Budaya, pengetahuan tradisional, seni, dan bahasa membentuk cara orang di Afrika memandang dunia. Namun banyak komunikasi dan pendidikan sains formal di seluruh benua masih disampaikan dalam bahasa-bahasa Eropa, dan pilihan ini dapat membatasi siapa yang memahami gagasan ilmiah.
Episode minggu ini menyoroti upaya untuk mendekolonisasi sains dengan menerjemahkan istilah-istilah ilmiah ke bahasa-bahasa Afrika. Reporter Halima Athumani mewawancarai pakar bahasa dan komunikator sains, termasuk Sibusiso Biyela, yang menjelaskan bagaimana fiksi sains memengaruhi keputusannya bekerja di bidang komunikasi sains.
Program Africa Science Focus, yang dipandu oleh Michael Kaloki, menelaah bagaimana kata-kata dan konsep bisa disesuaikan dan bagaimana komunitas dapat ikut membentuk bahasa ilmiah. Program ini dibiayai oleh European Journalism Centre dan mendapat dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation. Pendengar dapat mengirimkan pertanyaan lewat WhatsApp ke +254799042513.
Kata-kata sulit
- mendekolonisasi — mengurangi atau menghapus pengaruh penjajahan dalam sains
- istilah — kata atau frasa khusus dalam suatu bidangistilah-istilah
- komunikator — orang yang menjelaskan informasi kepada publik
- menelaah — mempelajari atau melihat sesuatu dengan teliti
- fiksi sains — cerita imajinatif tentang ilmu dan teknologi
- membatasi — mengurangi kebebasan atau ruang untuk sesuatu
- komunitas — sekumpulan orang dengan kepentingan bersama
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda menerjemahkan istilah ilmiah ke bahasa lokal dapat membantu orang memahami sains? Mengapa?
- Bagaimana komunitas bisa ikut membentuk bahasa ilmiah di daerah Anda? Beri contoh langkah sederhana.
- Pernahkah Anda menerima pendidikan sains dalam bahasa yang bukan bahasa ibu? Ceritakan pengaruhnya pada pemahaman Anda.
Artikel terkait
Warga Mile Four Bamenda Beralih ke Tenaga Surya karena Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik panjang dan tidak menentu di Mile Four, Bamenda mendorong warga mencari solusi lokal. Mereka mengumpulkan dana untuk trafo komunitas dan banyak memasang sistem surya terdesentralisasi untuk kebutuhan rumah tangga dan layanan publik.