Survei yang dilakukan setelah pemilihan presiden mendadak pada Juni 2025 mengumpulkan jawaban lebih dari 2.000 pemilih dewasa dengan sampai 239 pertanyaan. Survei itu disusun oleh Hankook Research dan Sisa In dengan masukan akademis; John Kuk, seorang profesor studi politik, membantu merancang kuesioner.
Temuan utama menunjukkan pria usia 18–29 lebih konservatif tentang feminisme, redistribusi, dan imigrasi. Contoh angka: 71 persen pria muda tidak setuju pada kuota gender untuk jabatan tinggi, sedangkan 63 persen wanita setuju. Juga 47 persen pria muda setuju pada pernyataan yang menghormati maskulinitas, sementara 68 persen wanita tidak setuju.
Hasil pemilu mencerminkan jurang ini: antara pria 18–29, 37,2 persen memilih Lee Jun-seok dari Reform Party dan 36,9 persen memilih kandidat partai konservatif penguasa. Sekitar 58 persen wanita usia sama memilih Lee Jae-myung dari Democratic Party.
Kata-kata sulit
- survei — penyelidikan melalui pertanyaan kepada banyak orang
- mendadak — terjadi sangat cepat tanpa peringatan
- kuesioner — kumpulan pertanyaan tertulis untuk responden
- temuan — hasil penting dari penelitian atau survei
- konservatif — memegang nilai tradisional dan hati-hati terhadap perubahan
- redistribusi — pembagian ulang sumber daya atau pendapatan masyarakat
- kuota gender — aturan jumlah minimal menurut jenis kelamin dalam jabatan
- jurang — perbedaan besar antara dua kelompok masyarakat
- maskulinitas — sifat atau nilai yang dikaitkan dengan pria
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda ada perbedaan sikap antara pria dan wanita usia 18–29 dalam survei ini?
- Bagaimana hasil pemilu yang disebutkan mencerminkan perbedaan sikap antara pria dan wanita muda menurut teks?
- Apakah kuota gender penting di negara Anda? Jelaskan pendapat singkat Anda dan alasannya.
Artikel terkait
Kasus Pelanggaran Lingkungan di Republik Dominika hingga September 2025
Hingga September 2025 ada 118 perkara pelanggaran Undang-Undang 64-00 di Republik Dominika. Banyak lembaga negara, termasuk SENPA dan Direktorat Inspeksi, bekerja sama untuk menyelidiki, menyita barang, dan menindak pelanggaran.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
Dari dokter jadi pengungsi: Elizabeth, musik, dan perlawanan
Setelah kudeta 2021, Exile Hub lahir untuk mendukung jurnalis dan pembela HAM Myanmar. Elizabeth, dokter yang menolak bekerja untuk junta, melarikan diri ke pengasingan dan membuat lagu serta seri video untuk merayakan perempuan Myanmar.
Menyelesaikan Gelar Tetap Menguntungkan Secara Finansial
Penelitian menemukan menyelesaikan gelar perguruan tinggi tetap menguntungkan walau ada pembayaran pinjaman. Peneliti memakai ukuran "penghasilan disesuaikan utang" dan menemukan pemegang gelar rata-rata menerima $8,000 lebih per tahun.