- Para peneliti membuat sebuah alat untuk linimasa X.
- Alat itu mengubah urutan unggahan di linimasa.
- Alat menurunkan unggahan yang berisi kata-kata bermusuhan.
- Tidak ada unggahan yang dihapus oleh alat ini.
- Perubahan urutan terjadi dengan cepat, hanya beberapa detik.
- Orang melihat lebih sedikit unggahan negatif dari lawan.
- Peserta melaporkan merasa lebih hangat kepada orang lain.
- Tim membagi kode agar orang lain bisa mempelajari.
- Alat bekerja tanpa kerja sama langsung platform.
- Proyek ini melibatkan ilmu sosial dan komputer.
Kata-kata sulit
- linimasa — halaman yang menampilkan urutan postingan
- unggahan — konten yang dikirim ke sebuah situs
- bermusuhan — bersikap kasar atau tidak ramah kepada orang lain
- mengubah — membuat sesuatu berbeda dari sebelumnya
- menurunkan — membuat sesuatu berada di posisi lebih rendah
- kode — teks komputer yang mengatur program atau alat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu ingin melihat lebih sedikit unggahan negatif di linimasa?
- Bagaimana perasaanmu saat orang lain ramah di linimasa?
- Apakah kamu setuju tim membagi kode supaya orang lain bisa belajar?
Artikel terkait
Indonesia Perketat Aturan Platform Digital
Pemerintah Indonesia memperketat pengaturan platform digital dan menuntut transparansi moderasi konten. Aturan memberi wewenang menghapus konten dan memblokir platform, namun kritik mengatakan ketentuan itu masih kabur dan bisa mengganggu kebebasan berbicara.
Vaksin Shingles Terkait Risiko Demensia Lebih Rendah
Studi menemukan orang dewasa lanjut usia yang menerima vaksin shingles (RZV/Shingrix) memiliki kemungkinan lebih rendah didiagnosis demensia dalam empat tahun. Peneliti menganalisis data Medicare dan catatan kesehatan elektronik dari 2017 sampai 2022.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.