Peneliti membuat ekstensi web yang dipasangkan dengan model bahasa besar. Alat ini memindai unggahan untuk sikap antidemokratis dan permusuhan partisan, lalu menyusun ulang urutan linimasa sehingga unggahan berbahaya muncul lebih rendah atau lebih tinggi. Tidak ada unggahan yang dihapus; hanya posisinya yang berubah.
Dalam percobaan, ratusan relawan menggunakan alat selama masa pemilu 2024. Dalam percobaan lain, beberapa peserta melihat konten tertentu diturunkan atau dinaikkan peringkat, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami pengubahan. Mereka yang melihat konten antidemokratis diturunkan melaporkan merasa lebih hangat terhadap orang dari partai lawan setelah percobaan.
Kata-kata sulit
- ekstensi — program tambahan di peramban untuk fungsi baruekstensi web
- memindai — mencari atau memeriksa konten dengan cepat
- antidemokratis — menentang prinsip demokrasi dan hak warga
- permusuhan — sikap atau tindakan bermusuhan antara kelompok politik
- menyusun ulang — mengubah susunan supaya urutan tampil berbeda
- unggahan — pos atau file yang diunggah ke internet
- kelompok kontrol — peserta percobaan yang tidak mengalami perubahan perlakuan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaanmu jika melihat unggahan berbahaya diturunkan di linimasa?
- Apakah menurutmu mengubah posisi unggahan tanpa menghapusnya adalah tindakan yang baik? Mengapa?
- Pernahkah kamu melihat konten partisan di media sosial? Apa yang kamu lakukan waktu itu?
Artikel terkait
Penyintas Kanker Muda Menua Lebih Cepat
Studi baru menemukan penyintas kanker remaja dan dewasa muda menunjukkan penuaan biologis lebih cepat, termasuk perubahan sel dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori dan perhatian. Peneliti sedang menguji intervensi seperti olahraga dan nutrisi.
Protes di Madagascar Menyusul Pemadaman Listrik dan Krisis Air
Pemadaman listrik dan pemotongan air di seluruh Madagascar memicu protes Generasi Z pada akhir September 2025. Unjuk rasa berlangsung di Antananarivo, berujung bentrokan, penjarahan, korban jiwa, dan pemberhentian menteri energi.