Glioblastoma adalah kanker otak yang paling umum dan hampir selalu fatal. Penyakit ini memengaruhi sekitar tiga dari 100.000 orang di AS. Salah satu masalah utama adalah obat sulit mencapai tumor di otak pada tingkat yang efektif.
Peneliti menggunakan asam nukleat sferis, yaitu untai DNA pendek yang tertata rapat di sekitar inti nanopartikel berinti emas. Struktur ini dirancang untuk mengaktifkan jalur imun STING. Mereka memberi terapi sebagai tetes ke saluran hidung tikus. Nanomedisin bergerak sepanjang jalur saraf ke otak, berkonsentrasi pada sel imun dekat tumor dan di kelenjar getah bening. Jika diberikan bersama obat yang mengaktifkan limfosit T, satu atau dua dosis menghilangkan tumor dan memberi kekebalan jangka panjang.
Kata-kata sulit
- peneliti — Orang yang melakukan penelitian atau studi.
- obat — Zat yang digunakan untuk menyembuhkan atau mengobati penyakit.
- non-invasif — Metode yang tidak memerlukan operasi atau tindakan besar.
- tumor — Jaringan yang tumbuh tidak normal dalam tubuh.
- respons imun — Sistem tubuh yang melindungi dari penyakit.
- tantangan — Hal yang sulit untuk dilakukan atau dicapai.
- kekebalan — Kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.
- harapan — Keinginan untuk sesuatu yang baik terjadi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pendapat Anda tentang pengobatan non-invasif?
- Apa yang dapat dilakukan untuk membantu pasien dengan glioblastoma?
- Mengapa penting untuk terus melakukan penelitian tentang kanker?
Artikel terkait
Imunisasi RSV Sepanjang Tahun Kurangi Risiko Wabah Musiman
Sebuah studi menemukan bahwa akses imunisasi RSV sepanjang tahun dapat mengurangi kemungkinan wabah musiman besar di AS. Peneliti membandingkan pola di kota dan desa dan merekomendasikan vaksinasi kapan saja untuk wanita hamil dan anak kecil.
Asap Rokok Mempercepat Penuaan Mata dan Terkait AMD
Penelitian baru menjelaskan bahwa asap rokok mempercepat penuaan sel mata dan berkontribusi pada degenerasi makula terkait usia (AMD). Studi ini menggunakan percobaan pada tikus dan tes sel mata manusia untuk menemukan perubahan genetik dan epigenetik.
Dua faktor risiko demensia: gen dan kerusakan pembuluh darah
Penelitian memeriksa apakah gabungan varian gen APOE ε4 dan tanda kerusakan pembuluh darah di otak (WMH) meningkatkan risiko demensia. Hasil menunjukkan efek kedua faktor bersifat aditif dan kesehatan vaskular dapat dikendalikan.