Tim peneliti meneliti tes kognitif umum, termasuk MMSE, pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Mereka membandingkan pemindaian otak dari banyak orang untuk melihat perubahan struktur otak menurut jenis kelamin. Hasilnya berbeda: pada laki-laki, penyusutan otak muncul lebih awal saat transisi dari kondisi normal ke MCI.
Pada perempuan, penurunan otak yang lebih besar dan menyebar tampak kemudian, saat tahap MCI berpindah ke Alzheimer. Penulis menyatakan bahwa MMSE kadang tidak menangkap perubahan ini pada perempuan, sehingga interpretasi menurut jenis kelamin mungkin diperlukan. Saran pencegahan tetap sama: aktif secara mental dan fisik, jaga kesehatan pembuluh darah, dan bicarakan riwayat keluarga dengan dokter.
Kata-kata sulit
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ingatan
- peneliti — orang atau tim yang melakukan penelitian
- penyusutan — proses mengecil atau hilangnya jaringan organ
- transisi — perpindahan dari satu kondisi ke kondisi lain
- pencegahan — tindakan untuk mengurangi risiko penyakit
- pembuluh darah — saluran dalam tubuh yang membawa darah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda atau keluarga pernah melakukan tes kognitif seperti MMSE? Mengapa atau mengapa tidak?
- Kegiatan apa yang menurut Anda bisa membantu menjaga kesehatan otak sehari-hari?
- Mengapa penting membicarakan riwayat keluarga dengan dokter menurut teks?
Artikel terkait
Alat Komputasi Baru Ungkap Sel Pengatur Jam Tubuh
Para peneliti mengembangkan metode komputasi bernama MITE untuk memetakan komunikasi antar sel di nukleus suprachiasmatik (SCN), pusat ritme sirkadian. Temuan menunjukkan sel hub kecil sangat penting untuk sinkroni jaringan dan mungkin membantu menyelaraskan jam biologis.
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.
Mengapa nyeri kronis lebih lama pada wanita
Penelitian menemukan perbedaan pada sel imun bernama monosit yang membuat molekul pereda nyeri (IL-10). Monosit penghasil IL-10 lebih aktif pada pria, terkait hormon seks seperti testosteron, dan ini bisa menjelaskan nyeri yang berlangsung lama pada wanita.