Tim peneliti meneliti tes kognitif umum, termasuk MMSE, pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Mereka membandingkan pemindaian otak dari banyak orang untuk melihat perubahan struktur otak menurut jenis kelamin. Hasilnya berbeda: pada laki-laki, penyusutan otak muncul lebih awal saat transisi dari kondisi normal ke MCI.
Pada perempuan, penurunan otak yang lebih besar dan menyebar tampak kemudian, saat tahap MCI berpindah ke Alzheimer. Penulis menyatakan bahwa MMSE kadang tidak menangkap perubahan ini pada perempuan, sehingga interpretasi menurut jenis kelamin mungkin diperlukan. Saran pencegahan tetap sama: aktif secara mental dan fisik, jaga kesehatan pembuluh darah, dan bicarakan riwayat keluarga dengan dokter.
Kata-kata sulit
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ingatan
- peneliti — orang atau tim yang melakukan penelitian
- penyusutan — proses mengecil atau hilangnya jaringan organ
- transisi — perpindahan dari satu kondisi ke kondisi lain
- pencegahan — tindakan untuk mengurangi risiko penyakit
- pembuluh darah — saluran dalam tubuh yang membawa darah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda atau keluarga pernah melakukan tes kognitif seperti MMSE? Mengapa atau mengapa tidak?
- Kegiatan apa yang menurut Anda bisa membantu menjaga kesehatan otak sehari-hari?
- Mengapa penting membicarakan riwayat keluarga dengan dokter menurut teks?
Artikel terkait
Perbaikan Rumah Kurangi Serangan Asma pada Orang Dewasa di Texas
Studi di Texas menemukan bahwa memperbaiki kondisi rumah dapat mengurangi serangan asma dan gangguan lain pada orang dewasa. Penelitian menunjukkan pemicu rumah tangga seperti ketiadaan kipas dan kebiasaan merokok berperan besar.
Kesehatan Mental Perinatal dan Pentingnya Dukungan
Sekitar 20% wanita mengalami depresi atau kecemasan selama kehamilan dan tahun pertama setelah melahirkan. Peneliti dan psikiater Kara Zivin berbagi pengalamannya dan menekankan kebutuhan dukungan sosial serta perhatian kebijakan kesehatan.
Memperkuat Ritme Sirkadian Bantu Pemulihan Otak Setelah Stroke
Studi pada model tikus yang diterbitkan di Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa intervensi yang menguatkan ritme sirkadian meningkatkan aliran glimfatik dan membantu pemulihan otak setelah stroke. Hasil ini masih perlu diuji pada manusia.