Pes masih endemik di beberapa negara, termasuk Madagascar, Republik Demokratik Kongo dan Peru. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Penularan biasanya melalui gigitan kutu yang terinfeksi dan kutu dapat dibawa oleh hewan pengerat.
Penelitian yang dipimpin oleh Adelaide Miarinjara dari Pasteur Institute in Madagascar, dengan kaitan ke Emory University, mengumpulkan sampel kutu rumah tangga di empat desa pedesaan di bagian tenggara Central Highlands of Madagascar. Studi ini melihat data rumah tangga, cara tidur, keberadaan hewan, kebersihan rumah dan sikap terhadap pengerat. Hasilnya menunjukkan infestasi kutu terkait pola musiman dan kebiasaan rumah tangga, serta penggunaan obat untuk kutu yang intensif menimbulkan kekhawatiran tentang resistensi. Para ahli menyerukan pendidikan komunitas dan langkah pencegahan terkoordinasi untuk mengurangi risiko.
Kata-kata sulit
- endemik — penyakit yang sering terjadi di suatu daerah
- bakteri — mikroorganisme kecil yang dapat menyebabkan penyakit
- penularan — cara penyakit berpindah dari orang atau hewan
- kutu — serangga kecil yang dapat menggigit dan menghisap darahkutu rumah tangga
- pengerat — hewan kecil yang sering hidup dekat manusiahewan pengerat
- resistensi — ketahanan terhadap obat sehingga pengobatan tidak efektif
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut teks, tindakan apa yang disarankan para ahli untuk mengurangi risiko?
- Menurut teks, bagaimana kebiasaan rumah tangga terkait dengan infestasi kutu?
Artikel terkait
Antibodi Tambahan Bisa Perkuat Vaksin Influenza
Penelitian baru menemukan bahwa menambahkan antibodi tertentu—termasuk terhadap neuraminidase dan bagian HA—dapat membuat vaksin influenza lebih kuat dan mengurangi penularan. Studi ini mengikuti rumah tangga di Nicaragua dan dipublikasikan di Nature Communications.
Panas dan lembap saat kehamilan kurangi pertumbuhan anak
Penelitian menemukan panas yang lembap selama kehamilan berdampak lebih buruk pada pertumbuhan anak dibandingkan panas saja. Studi menggunakan metrik WBGT dan mengaitkan data cuaca dengan catatan kesehatan untuk menilai paparan pranatal di Asia Selatan.