Pes masih endemik di beberapa negara, terutama Madagascar, Republik Demokratik Kongo dan Peru. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Y. pestis dan dalam 25 tahun terakhir telah menimpa lebih dari 13,000 orang di Madagascar dengan angka kematian sekitar 27 persen. Pes memiliki dua bentuk utama, termasuk bubonik dan bentuk pneumonik yang lebih berat. Gejala yang sering muncul adalah demam, menggigil dan muntah.
Penelitian yang dipimpin oleh entomolog medis Adelaide Miarinjara dari Pasteur Institute in Madagascar, yang juga terafiliasi dengan Emory University sebagai peneliti postdoctoral, menyelidiki peran kutu manusia, Pulex irritans, dalam wabah terbaru. Tim melakukan survei lintas-seksi dan pengambilan sampel kutu rumah tangga di empat desa pedesaan di bagian tenggara Central Highlands of Madagascar. Mereka menganalisis variabel seperti demografi rumah tangga, tata cara tidur, keberadaan hewan ternak, perilaku kebersihan rumah, dan sikap terhadap pengerat serta kutu.
Hasil penelitian mengaitkan tingkat infestasi kutu yang tinggi dengan pola musiman dan kebiasaan rumah tangga tertentu. Rumah tangga dengan keluarga besar, rumah tradisional, ternak yang ikut di dalam rumah pada malam hari, serta lantai tanah yang dilapisi tikar serat tanaman memiliki tingkat kutu lebih tinggi. Berbeda dengan kutu pengerat, kerapatan kutu manusia di rumah yang disampel tetap konsisten antar musim. Para peneliti juga mencatat penggunaan insektisida yang intensif berisiko menimbulkan resistensi dan mengancam upaya pengendalian vektor jangka panjang.
Ahli kesehatan masyarakat menekankan pencegahan terkoordinasi dan kolaborasi antara dokter hewan, petugas kesehatan masyarakat dan pemimpin komunitas. Rekomendasi praktis meliputi:
- mengganti lantai tanah dengan beton,
- menjaga ternak terpisah dari bangunan tempat tidur,
- memperbaiki akses ke perawatan kutu yang terjangkau,
- dan meningkatkan pendidikan komunitas tentang penggunaan pestisida yang aman.
Kata-kata sulit
- endemik — terjadi terus-menerus di wilayah tertentu
- entomolog — ilmuwan yang mempelajari serangga dan kutu
- lintas-seksi — jenis penelitian potong waktu pada populasi tertentu
- infestasi — keadaan banyaknya organisme perusak di suatu tempat
- pneumonik — berkaitan dengan infeksi paru-paru yang berat
- resistensi — kemampuan organisme tahan terhadap obat atau zat
- vektor — makhluk yang menyebarkan penyakit ke manusia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana mengganti lantai tanah dengan beton dapat mengurangi risiko infestasi kutu di komunitas pedesaan? Jelaskan alasan singkat.
- Sebutkan dua keuntungan dan dua kerugian penggunaan insektisida intensif menurut informasi dalam teks.
- Bagaimana kolaborasi antara dokter hewan, petugas kesehatan masyarakat, dan pemimpin komunitas dapat membantu pencegahan pes di wilayah yang masih endemik?
Artikel terkait
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.
Peneliti Uganda Olah Batang Pisang Jadi Tekstil
Peneliti di Busitema University mengolah batang pisang menjadi serat untuk tekstil, sambungan rambut, dan pembalut. Proyek menghadapi masalah teknis, hukum, dan pasar tapi menunjukkan potensi, termasuk varietas Kayinja yang menjanjikan.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.