Nigeria: Risiko Iklim dan Dampak BanjirCEFR A2
17 Feb 2026
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Tanya Barrow, Unsplash
Nigeria memiliki iklim berbeda: selatan menerima hujan lebat, sedangkan utara lebih kering dan panas. Perbedaan ini membuat beberapa wilayah lebih rentan terhadap cuaca ekstrem.
Pada 2024 banjir besar terjadi di banyak daerah. Banjir tersebut menyebabkan korban jiwa, cedera, kerusakan rumah, dan pemindahan sekitar 641,500 orang. Pertanian penting bagi perekonomian, sehingga kerusakan ladang menurunkan produksi dan menghancurkan mata pencaharian, terutama bagi perempuan petani.
Kata-kata sulit
- iklim — Ciri umum cuaca di suatu wilayah
- rentan — Mudah terkena atau terpengaruh bahaya
- cuaca ekstrem — Cuaca yang sangat kuat atau berbahaya
- banjir — Air yang naik dan menutupi daratan
- korban jiwa — Orang yang meninggal karena peristiwa
- pemindahan — Proses memindahkan orang ke tempat lain
- pertanian — Kegiatan menanam dan memelihara tanaman pangan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda banjir mempengaruhi kehidupan petani?
- Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu orang yang dipindahkan?
- Apakah di daerah Anda ada perbedaan iklim mirip teks? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Larangan Ekspor India Dorong Minat pada Padi Hibrida
Larangan ekspor beras India membuat banyak importir mencari swasembada dan memperluas produksi, termasuk ke Afrika. Para ahli menyarankan padi hibrida dan investasi riset, sementara China dan Filipina mengumumkan langkah terkait benih dan program dukungan.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Penelitian: Aturan AI Uni Eropa Tidak Mengatur Teknologi yang Keluar
Penelitian 7amleh menemukan bahwa aturan Uni Eropa tentang kecerdasan buatan tidak mengendalikan aliran teknologi dan dana ke pemerintahan serta militer di Asia Barat dan Afrika Utara, dengan sedikit akuntabilitas atas dampak hak asasi manusia.