India Batasi Visa Warga BangladeshCEFR B2
16 Jan 2026
Diadaptasi dari Zulker Naeen, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Apurba Nag, Unsplash
Pada Agustus 2024 pergolakan politik di Bangladesh dan penggulingan paksa mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina memicu respons keras dari India, yang memperketat pemberian visa dengan alasan keamanan serta meningkatnya sentimen anti-India. Sebelum pembatasan, kantor Kedutaan India di Dhaka memproses sekitar 8.000 visa per hari dan India menerbitkan lebih dari 2 juta visa per tahun untuk warga Bangladesh; antara April 2023 dan Maret 2024 lebih dari 2,1 juta warga Bangladesh berkunjung ke India, atau 22 persen dari seluruh kedatangan wisatawan asing.
Akibat pembatasan, kawasan dua kilometer persegi di Kolkata yang dikenal sebagai "Mini Bangladesh" menjadi sepi. Jalan yang dulu melayani pengunjung Bangladesh kehilangan pelanggan, dan kerugian ekonomi diperkirakan besar: angka konservatif menyebut INR 1,000 crore, sementara kerugian di New Market dan Burrabazar mungkin melebihi INR 5,000 crore. Pendapatan harian sekitar INR 3 crore hilang, penukaran mata uang dan agen perjalanan tidak menerima pemesanan, serta hotel yang semula berokupansi 80–90 persen kini berjuang mengisi sekitar 5 persen kamar. Hingga November 2024 empat usaha tutup, sekitar 150 hotel menghadapi ancaman eksistensial, hampir 3.000 toko terdampak, dan sekitar 15.000 keluarga bergantung langsung pada sektor ini.
Pariwisata medis, yang sangat bergantung pada pasien Bangladesh, juga terpukul. Bangladesh menyumbang 69 persen dari pasien medis India; penurunan tahun-ke-tahun tercatat 43 persen pada November 2024 dan 59 persen pada Desember. Jumlah pasien Bangladesh turun menjadi sekitar 482.000 pada 2024 dari 500.000 pada 2023, sehingga banyak tempat tidur rumah sakit dan layanan penunjang mengosong. Transportasi lintas batas stagnan setelah penghentian Maitree, Bandhan dan Mitali Express, dan layanan bus turun drastis; CareEdge Ratings memperkirakan penurunan jangka panjang 10–15 persen pada total pariwisata medis ke India.
Peralihan tujuan terlihat jelas: permintaan ke Thailand naik 200 persen, China membahas kemitraan di Yunnan, dan ada rencana rumah sakit persahabatan menjelang ulang tahun hubungan ke-50. Sri Lanka, Maladewa, dan Nepal juga mencatat kenaikan kedatangan. Ketegangan diplomatik, pernyataan Perdana Menteri Modi mengenai hubungan "people-to-people", serta komentar International Crisis Group dan Profesor Imtiaz Ahmed memperumit upaya pemulihan. Dampaknya mencakup hilangnya pendapatan besar di Kolkata, pergeseran mayoritas pasien medis, dan kesulitan berat bagi ribuan keluarga; setiap bulan pembatasan mempererat pola perjalanan baru dan mempersulit pemulihan kedua negara.
Kata-kata sulit
- penggulingan — aksi menjatuhkan pemimpin dari kekuasaanpenggulingan paksa
- memperketat — membuat aturan atau kontrol menjadi lebih ketatmemperketat pemberian visa
- okupansi — persentase kamar hotel terisi setiap waktu
- pariwisata medis — perjalanan untuk tujuan perawatan kesehatan
- stagnan — berhenti berkembang atau tidak bergerak maju
- pemulihan — kembalinya keadaan normal setelah gangguan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pembatasan visa mempengaruhi ekonomi lokal di Kolkata menurut teks? Berikan dua contoh yang disebutkan.
- Apa konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang untuk sektor pariwisata medis yang bergantung pada pasien Bangladesh?
- Langkah apa yang bisa dilakukan pihak berwenang kedua negara untuk membantu pemulihan hubungan 'people-to-people' dan aliran pelancong?
Artikel terkait
Unggahan Media Sosial sebagai Peringatan Awal Perpindahan Penduduk
Analisis unggahan media sosial dapat memberi peringatan dini tentang pergerakan penduduk saat krisis. Studi di EPJ Data Science menguji alat prediksi yang memakai data digital untuk menambah informasi saat survei sulit dikumpulkan.
Perjalanan Sofa9a: migrasi dari Venezuela ke Kolombia
Sofa9a (nama samaran) menceritakan migrasinya dari Venezuela ke Saravena, Arauca pada 13 Januari 2021. Cerita ini menjelaskan kesulitan kesehatan, pekerjaan, izin perlindungan, diskriminasi, dan dukungan yang mereka alami hingga kembali ke Venezuela awal 2023.
Penyakit Baru Mengancam Terumbu Karang Karibia
Institute of Marine Affairs memperingatkan tentang penyakit Stony Coral Tissue Loss Disease yang menyebar di Karibia dan mengancam banyak spesies karang. IMA melakukan latihan, pengobatan dan pendidikan untuk mempersiapkan kedatangan penyakit ini.
Militarisasi di Selatan Trinidad Mengganggu Nelayan
Desa-desa Icacos dan Cedros di selatan Trinidad menghadapi tekanan keamanan karena ketegangan AS–Venezuela. Nelayan menghindari perairan jauh, pendapatan menurun, dan layanan lokal tertekan; pemerintah berusaha menjaga kontrol perbatasan tanpa terlibat langsung.