India Batasi Visa Warga BangladeshCEFR A1
16 Jan 2026
Diadaptasi dari Zulker Naeen, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Apurba Nag, Unsplash
- India membatasi pemberian visa untuk warga Bangladesh secara ketat.
- Banyak orang kini tidak bisa datang lagi ke India.
- Kawasan di Kolkata yang biasa ramai kini sepi.
- Toko dan pasar di sana kehilangan banyak pelanggan setiap hari.
- Hotel yang dulu penuh sekarang hampir kosong.
- Pariwisata medis menurun dan banyak layanan menganggur.
- Kereta dan bus lintas batas dihentikan atau berkurang.
- Ribuan keluarga langsung kehilangan pendapatan mereka.
- Banyak usaha kecil menghadapi kesulitan besar sekarang.
- Orang mulai mencari negara lain untuk berobat.
Kata-kata sulit
- membatasi — mengurangi jumlah atau ruang untuk sesuatu
- visa — izin resmi untuk masuk ke sebuah negara
- kawasan — area atau bagian sebuah kota
- sepi — tidak ramai sedikit orang atau kegiatan
- pelanggan — orang yang membeli atau memakai layanan
- pendapatan — uang yang diperoleh seseorang atau keluarga
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mengunjungi pasar yang sepi?
- Pernahkah kamu naik kereta atau bus antar negara?
- Apakah kamu pernah menginap di hotel yang hampir kosong?
Artikel terkait
Perjalanan Sofa9a: migrasi dari Venezuela ke Kolombia
Sofa9a (nama samaran) menceritakan migrasinya dari Venezuela ke Saravena, Arauca pada 13 Januari 2021. Cerita ini menjelaskan kesulitan kesehatan, pekerjaan, izin perlindungan, diskriminasi, dan dukungan yang mereka alami hingga kembali ke Venezuela awal 2023.
Perubahan Iklim Kurangi Pendapatan AS Sekitar 12%
Sebuah studi menemukan perubahan iklim telah menurunkan pendapatan Amerika Serikat sekitar 12% sampai sekarang. Peneliti menggunakan model iklim dan data suhu kabupaten digabungkan dengan data pendapatan untuk membandingkan dunia dengan dan tanpa emisi manusia.
Penelitian: Aturan AI Uni Eropa Tidak Mengatur Teknologi yang Keluar
Penelitian 7amleh menemukan bahwa aturan Uni Eropa tentang kecerdasan buatan tidak mengendalikan aliran teknologi dan dana ke pemerintahan serta militer di Asia Barat dan Afrika Utara, dengan sedikit akuntabilitas atas dampak hak asasi manusia.