Topan Melissa menerjang JamaikaCEFR B2
9 Jan 2026
Diadaptasi dari Candice Stewart, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh David Anderson, Unsplash
Topan Melissa terbentuk di atas perairan laut yang sangat hangat dan menerjang Jamaika pada 28 Oktober 2025. Badai itu digambarkan sangat besar, dengan kecepatan angin dan penurunan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah Karibia mengalami musim badai Atlantik berbulan-bulan setiap tahun; meskipun wilayah ini hanya menyumbang sedikit emisi gas rumah kaca global, penduduknya menghadapi badai hebat yang diperparah oleh pemanasan global. Nama "Melissa" berarti "lebah madu," tetapi badaunya meninggalkan luka yang pahit.
Sebelum Melissa mendarat orang berusaha mempersiapkan diri, dan setelah badai fokus bergeser pada pemulihan. Banyak pihak menyerukan rumah dan infrastruktur yang lebih tahan, pemulihan yang berfokus pada komunitas, serta pertanggungjawaban global dari negara-negara beremisi tinggi. Kerusakan yang terlihat sangat parah: parit dan longsoran di tempat jalan pernah ada, bangunan tanpa atap, fondasi tanpa dinding, jalan berubah menjadi sungai, kontainer terbalik, tangki air penyok, dan tiang lampu patah.
Saya menjadi relawan bersama Palang Merah Jamaika dan anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di beberapa parish, termasuk Westmoreland, Hanover, St. James, Trelawny, dan St. Elizabeth. Pada 15 November tim bekerja di Petersfield Health Centre di Westmoreland membersihkan puing setelah kerusakan atap. Keesokan harinya tim bekerja di Mount Peto, Bessiebaker, dan Axe-and-Adze di Hanover serta membantu seorang warga menutup kamar tanpa atap dengan penampungan sementara. Pada 30 November saya mengunjungi Retrieve di St. Elizabeth dan menerima karung kacang tanah dari petani yang bersyukur. Pada 14 Desember saya kembali ke Westmoreland dan bertemu warga dari Salt Spring, Montego Bay.
Tim tanggap darurat membagikan berbagai bantuan:
- Makanan dan air bersih
- Paket kebersihan dan perlengkapan pembersihan
- Lampu tenaga surya dan barang untuk penampungan
Pekerjaan relawan digambarkan hangat secara kemanusiaan, emosional, dan berat, namun penuh solidaritas. Badai meninggalkan kehancuran, tetapi juga memunculkan kerja sama komunitas. Banyak orang mendesak agar lebih banyak relawan berpartisipasi untuk melanjutkan bantuan dan pembangunan kembali.
Kata-kata sulit
- menerjang — menghantam atau menyerang dengan keras
- penurunan — pengurangan nilai atau tingkat sesuatu
- pemulihan — proses memperbaiki kondisi setelah kerusakan
- pertanggungjawaban — kewajiban menjelaskan dan menanggung akibat tindakan
- infrastruktur — sistem dan fasilitas dasar untuk kehidupan masyarakat
- puing — potongan bangunan atau barang yang hancur
- penampungan — tempat sementara untuk melindungi orang atau barang
- solidaritas — dukungan bersama antar orang atau kelompok
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda peran relawan lokal dan internasional dalam pemulihan setelah badai seperti Melissa? Beri contoh dari teks.
- Negara beremisi tinggi diminta pertanggungjawaban dalam teks. Langkah apa yang bisa mereka ambil untuk membantu wilayah yang terkena dampak?
- Bagaimana peningkatan infrastruktur tahan badai dapat mengurangi dampak peristiwa seperti ini di masa depan? Jelaskan dengan alasan singkat.
Artikel terkait
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.