Peneliti menguji diet ketogenik tinggi lemak dan rendah karbohidrat pada tikus yang memiliki gula darah tinggi. Tikus-tikus itu juga berolahraga dengan roda lari sebagai bentuk latihan.
Setelah satu minggu menjalani diet, gula darah tikus menjadi normal. Lama-kelamaan diet membuat otot lebih oksidatif dan lebih responsif terhadap latihan. Diet ketogenik menyebabkan ketosis, yaitu tubuh beralih membakar lemak bukan gula. Peneliti ingin tahu apakah orang juga mendapat manfaat yang sama. Mereka mengatakan diet keto bisa sulit diikuti dan mungkin perlu rencana lain yang lebih mudah.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- diet ketogenik — pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat
- gula darah — kadar gula yang ada dalam darah
- oksidatif — berkaitan dengan penggunaan oksigen oleh sel
- ketosis — kondisi tubuh membakar lemak menjadi energi
- responsif — mudah memberi reaksi atau tanggapan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mencoba pola makan yang rendah karbohidrat? Ceritakan singkat.
- Latihan apa yang digunakan tikus dalam penelitian? Jelaskan satu kalimat.
- Menurut peneliti, apa yang mungkin diperlukan jika diet keto sulit diikuti?
Artikel terkait
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.
Brazil Dekriminalisasi Kepemilikan Ganja untuk Penggunaan Pribadi
Pada Juni 2024 Mahkamah Agung Brazil menyetujui dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk penggunaan pribadi. Kepemilikan hingga batas tertentu dianggap bukan tindak pidana, dan keputusan itu berpotensi mengurangi kepadatan penjara.
Paparan PM2.5 Sebelum Operasi Tingkatkan Risiko Komplikasi
Penelitian di Wasatch Front (Utah) menemukan paparan PM2.5 tinggi pada minggu sebelum operasi terkait peningkatan komplikasi pascaoperasi. Studi menganalisis hampir 50.000 operasi dan menggunakan data sensor EPA, tingkat negara, serta satelit.