Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuropsychopharmacology meneliti apakah tikus memakai ganja untuk mengatasi stres. Tim dari Washington State University memprofil perilaku tikus, termasuk sosial, kognisi, dan respons terhadap rangsangan.
Selama pengamatan, setiap tikus diberi kesempatan menekan port uap untuk mendapatkan semburan uap ganja selama beberapa detik. Peneliti mencatat jumlah dorongan hidung tiap hari dan mengukur hormon stres dasar (kortikosteron). Hasil menunjukkan tikus dengan hormon stres dasar lebih tinggi cenderung mengonsumsi ganja sendiri.
Kata-kata sulit
- perilaku — cara bertindak atau reaksi makhluk hidup
- mengatasi — menyelesaikan masalah atau mengurangi kesulitan
- pengamatan — proses melihat dan mencatat sesuatu dengan teliti
- kortikosteron — hormon yang terkait reaksi stres pada hewan
- cenderung — mempunyai kecenderungan melakukan sesuatu lebih sering
- rangsangan — sesuatu yang memicu reaksi atau respons tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa peneliti mengukur hormon stres pada tikus?
- Pernahkah kamu merasa stres dan ingin sesuatu untuk mengurangi stres? Apa yang kamu lakukan?
Artikel terkait
Pemimpin Sains Terbuka Dorong Akses Ilmiah yang Adil
Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko, ditunjuk sebagai ketua komite Sains Terbuka UNESCO dan memperingatkan privatisasi ilmu pengetahuan. Ia mendukung platform regional seperti Latindex serta kebijakan untuk menjaga pengetahuan sebagai barang publik.
Model Bahasa Mengubah Penilaian Berdasarkan Identitas Pengarang
Peneliti University of Zurich menemukan bahwa large language models mengubah penilaian teks ketika diberi tahu siapa pengarangnya. Tanpa sumber, model sering sepakat, tetapi menyebut pengarang memicu bias, termasuk bias anti-Cina.
Kerala tetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi
Kerala menetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi untuk menyoroti potensi mikroba bagi kesehatan, pertanian, lingkungan, dan ketangguhan iklim. Langkah ini terkait dengan Centre of Excellence in Microbiome yang mempelajari pemanfaatan mikroba tersebut.