Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuropsychopharmacology meneliti apakah tikus memakai ganja untuk mengatasi stres. Tim dari Washington State University memprofil perilaku tikus, termasuk sosial, kognisi, dan respons terhadap rangsangan.
Selama pengamatan, setiap tikus diberi kesempatan menekan port uap untuk mendapatkan semburan uap ganja selama beberapa detik. Peneliti mencatat jumlah dorongan hidung tiap hari dan mengukur hormon stres dasar (kortikosteron). Hasil menunjukkan tikus dengan hormon stres dasar lebih tinggi cenderung mengonsumsi ganja sendiri.
Kata-kata sulit
- perilaku — cara bertindak atau reaksi makhluk hidup
- mengatasi — menyelesaikan masalah atau mengurangi kesulitan
- pengamatan — proses melihat dan mencatat sesuatu dengan teliti
- kortikosteron — hormon yang terkait reaksi stres pada hewan
- cenderung — mempunyai kecenderungan melakukan sesuatu lebih sering
- rangsangan — sesuatu yang memicu reaksi atau respons tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa peneliti mengukur hormon stres pada tikus?
- Pernahkah kamu merasa stres dan ingin sesuatu untuk mengurangi stres? Apa yang kamu lakukan?
Artikel terkait
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.
Pakan Buatan Baru Membantu Lebah Selama Dua Musim Dingin
Studi dua musim menunjukkan pakan buatan yang dikembangkan APIX Biosciences membantu koloni lebah madu tetap lebih sehat, menurunkan kematian musim dingin, dan meningkatkan jumlah lebah serta keturunan pada musim penyerbukan almond.
Makanan di Kelas Membantu Anak Prasekolah Belajar
Penelitian dari North Carolina State University menemukan bahwa pembelajaran berbasis makanan membantu anak prasekolah memahami konsep ilmiah dan menambah kosa kata. Program melibatkan kegiatan dengan biji, resep sederhana, pelatihan guru, dan evaluasi kuantitatif serta kualitatif.