Para peneliti mempelajari anatomi laring, catatan klinis, dan rekaman suara untuk menguji bagaimana whinny kuda dibuat. Mereka menemukan dua sumber nada: nada rendah dari getaran pita suara dan nada tinggi dari peluit di laring.
Untuk membuktikan hal itu, tim menggunakan laring yang diangkat dari kuda yang mati dan meniupkan udara serta helium. Saat helium digunakan, bagian frekuensi tinggi naik, sementara frekuensi rendah tetap sama. Temuan ini menunjukkan kuda bisa menghasilkan dua frekuensi sekaligus.
Kata-kata sulit
- anatomi — struktur bagian tubuh, bentuk dan susunan organ
- laring — bagian tenggorokan yang membantu menghasilkan suara
- pita suara — jaringan di tenggorokan yang bergetar menghasilkan suara
- getaran — gerakan cepat maju mundur yang menimbulkan suara
- frekuensi — jumlah getaran setiap detik pada suarafrekuensi tinggi, frekuensi rendah
- peluit — bunyi tajam dan sangat tinggi di saluran suara
- helium — gas ringan yang membuat suara frekuensi tinggi berubah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa tim menggunakan helium dalam eksperimen?
- Pernahkah kamu mendengar suara kuda yang memiliki nada berbeda? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurutmu eksperimen dengan laring diangkat membantu menjelaskan suara kuda?
Artikel terkait
Virtual Vet: Permainan untuk Belajar Sains dan Penalaran
Peneliti di University of Georgia merancang permainan Virtual Vet untuk membantu siswa sekolah dasar berlatih anatomi, kesehatan, dan keterampilan penalaran. Uji coba menunjukkan anak yang memainkan permainan memperoleh skor lebih tinggi dibanding metode kelas tradisional.
Peneliti Petakan Siklus Sel Toxoplasma dengan Fluoresen
Peneliti mengadaptasi pencitraan fluoresen untuk mengamati Toxoplasma gondii secara waktu nyata. Mereka memetakan tahapan siklus sel parasit dan kini mencari titik lemah untuk menguji obat yang dapat menghentikan perkembangannya.