Para peneliti mempelajari anatomi laring, catatan klinis, dan rekaman suara untuk menguji bagaimana whinny kuda dibuat. Mereka menemukan dua sumber nada: nada rendah dari getaran pita suara dan nada tinggi dari peluit di laring.
Untuk membuktikan hal itu, tim menggunakan laring yang diangkat dari kuda yang mati dan meniupkan udara serta helium. Saat helium digunakan, bagian frekuensi tinggi naik, sementara frekuensi rendah tetap sama. Temuan ini menunjukkan kuda bisa menghasilkan dua frekuensi sekaligus.
Kata-kata sulit
- anatomi — struktur bagian tubuh, bentuk dan susunan organ
- laring — bagian tenggorokan yang membantu menghasilkan suara
- pita suara — jaringan di tenggorokan yang bergetar menghasilkan suara
- getaran — gerakan cepat maju mundur yang menimbulkan suara
- frekuensi — jumlah getaran setiap detik pada suarafrekuensi tinggi, frekuensi rendah
- peluit — bunyi tajam dan sangat tinggi di saluran suara
- helium — gas ringan yang membuat suara frekuensi tinggi berubah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa tim menggunakan helium dalam eksperimen?
- Pernahkah kamu mendengar suara kuda yang memiliki nada berbeda? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurutmu eksperimen dengan laring diangkat membantu menjelaskan suara kuda?
Artikel terkait
Makanan di Kelas Membantu Anak Prasekolah Belajar
Penelitian dari North Carolina State University menemukan bahwa pembelajaran berbasis makanan membantu anak prasekolah memahami konsep ilmiah dan menambah kosa kata. Program melibatkan kegiatan dengan biji, resep sederhana, pelatihan guru, dan evaluasi kuantitatif serta kualitatif.