Astronom mengambil citra langsung dua nova yang meletus pada 2021. Mereka menggunakan interferometri di CHARA Array di California. Interferometri menggabungkan cahaya dari beberapa teleskop untuk melihat detail kecil yang biasa tidak terlihat.
Nova terjadi ketika katai putih memperoleh materi dari bintang pendamping dan memicu reaksi nuklir cepat. Sebelumnya tahap awal sering disimpulkan secara tidak langsung, tetapi citra sekarang menunjukkan bagaimana ejekta keluar dan saling berinteraksi.
Salah satu nova, V1674 Herculis, melepaskan aliran gas yang saling tegak lurus dan cepat. Nova kedua, V1405 Cassiopeiae, menahan lapisan luarnya selama lebih dari 50 hari sebelum melepaskannya. Kedua kejadian ini terkait dengan deteksi sinar gamma oleh Fermi.
Kata-kata sulit
- interferometri — menggabungkan cahaya dari beberapa teleskop
- citra — gambar atau foto yang diambil oleh teleskop
- nova — ledakan sangat terang di permukaan bintang
- katai putih — bintang kecil dan sangat padat setelah mati
- bintang pendamping — bintang yang berada dekat dan mengitari bintang lain
- ejekta — material yang keluar dari bintang saat ledakan
- reaksi nuklir — proses fusi atau reaksi pada inti atom
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa citra langsung bisa membantu ilmuwan memahami nova?
- Mana yang lebih menarik menurutmu: melihat aliran gas yang cepat atau lapisan luar yang tertahan lama? Mengapa?
- Pernahkah kamu melihat foto ruang angkasa atau teleskop? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Sistem Pengenalan Semut Lebih Fleksibel dari Dugaan
Penelitian dari Rockefeller University menemukan bahwa semut perampok klonal dapat mengubah bau tubuhnya setelah lama berada di koloni asing, sehingga diterima sebagai anggota. Namun ada batas alami dan toleransi itu mudah hilang tanpa kontak terus-menerus.
Obat oral baru untuk penyakit tidur: acoziborole disetujui
Acoziborole, obat oral baru untuk penyakit tidur, disetujui oleh regulator Eropa. Uji di Republik Demokratik Kongo dan Guinea menunjukkan keberhasilan hingga 96 persen, dan obat memungkinkan diagnosis serta pengobatan dalam satu kunjungan.