Para peneliti berhasil mengekstrak metabolit dari tulang fosil yang berusia antara jutaan tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan di Nature dan dipimpin oleh Timothy Bromage dari NYU College of Dentistry.
Untuk menemukan molekul itu tim memakai spektrometri massa, yaitu teknik untuk mengenali molekul. Mereka menguji tulang tikus modern dulu dan menemukan hampir 2.200 metabolit. Metode yang sama lalu digunakan pada fosil dari beberapa situs Afrika (Tanzania, Malawi, Afrika Selatan).
Analisis menunjukkan molekul yang berkaitan dengan makanan dan kondisi lingkungan. Secara umum situs-situs itu tampak lebih hangat dan lebih basah dibanding sekarang.
Kata-kata sulit
- metabolit — zat hasil proses kimia di tubuh
- fosil — sisa makhluk hidup yang menjadi batu
- spektrometri massa — teknik untuk mengenali jenis molekul
- metode — cara atau langkah melakukan pekerjaan
- analisis — memeriksa data untuk menemukan informasi
- publikasikan — membuat hasil penelitian tersedia untuk umumdipublikasikan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa tim menguji tulang tikus modern sebelum memeriksa fosil?
- Informasi apa tentang lingkungan yang diperoleh dari molekul di fosil menurut teks?
- Pernahkah kamu melihat fosil atau pameran tentang fosil? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Suhu Panas Membuat Kupu-kupu Monarch Lebih Rentan Parasit
Penelitian menemukan suhu yang lebih tinggi membuat kupu-kupu monarch 22% lebih tidak tahan terhadap parasit Ophryocystis elektroscirrha. Efek pelindung dari milkweed tropis hilang pada kondisi hangat dan banyak kupu-kupu jadi terinfeksi.
Krisis Air dan Properti di Guanacaste, Costa Rica
Guanacaste di Costa Rica mengalami tekanan dari pembangunan pesisir dan kekurangan air. Laporan Maret 2026 menunjukkan penurunan kualitas air, sementara konflik lokal dan pengambilan air berlebihan meningkat di beberapa kawasan pantai.
Kazakhstan dan China setuju bangun pembangkit nuklir
Kazakhstan menyepakati proyek dengan China untuk membangun pembangkit nuklir kedua dan ketiga menggunakan reaktor HPR-1000 (2,4 GW). Langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekurangan listrik dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.