Paduan Suara Lindungi Benih Lokal di MakongoCEFR A2
10 Mei 2025
Diadaptasi dari Minority Africa, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Lisah Malika, Unsplash
Di pinggiran kota Nakuru, Desa Makongo menghadapi panas dan kekeringan parah. Pada 2024 petani dan aktivis membentuk Eden Indigenous Seed Farm Choir untuk mempertahankan benih lokal. Kelompok itu didirikan oleh Francis Ngiri, seorang agroekolog, petani, dan penulis lagu. Awalnya ada 20 anggota, kini sekitar 12 orang. Beberapa anggota lama terus aktif dalam kegiatan kelompok.
Paduan suara menggunakan musik untuk mengajarkan seleksi benih, penyimpanan, agroekologi, dan kepemimpinan perempuan. Sejak 2024 mereka merekam enam lagu dalam bahasa Swahili dan Kikuyu. Mereka juga mendirikan bank benih komunitas untuk menyimpan varietas lokal dan menguji benih sebelum disimpan.
Kata-kata sulit
- pinggiran — Bagian luar sebuah kota, dekat tepi kota
- kekeringan — Periode panjang tanpa hujan, tanah menjadi kering
- paduan suara — Kelompok orang yang bernyanyi bersama
- benih — Bagian kecil tanaman untuk menanam tanaman baru
- merekam — Menyimpan suara atau musik dalam alat elektronik
- bank benih komunitas — Tempat komunitas menyimpan dan menjaga benih lokal
- agroekolog — Orang yang mempelajari dan praktik pertanian ramah lingkungan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda penting mempertahankan benih lokal? Jelaskan singkat.
- Apakah Anda pernah ikut kelompok musik atau komunitas? Ceritakan pengalaman singkat.
- Menurut Anda, apa manfaat bank benih komunitas untuk petani setempat?
Artikel terkait
Ghana Perdagangkan Kredit Karbon ke Swiss
Ghana menjadi negara Afrika pertama yang memperdagangkan kredit karbon di bawah Article 6.2 Perjanjian Paris. Pada 8 July negara itu mentransfer 11,733 tonnes pengurangan emisi ke Swiss dari proyek kompor bersih yang didukung oleh KliK Foundation.
Karnaval di Rio Tingkatkan Mikroplastik dari Glitter
Studi di Pantai Flamengo, Rio de Janeiro, menemukan bahwa glitter dan plastik kecil meningkat selama Karnaval. Penelitian 2024 menunjukkan sebagian besar mikroplastik di pasir berasal dari fragmen plastik seperti glitter dan partikel tetap tinggi setelah acara.