Studi yang dipublikasikan di Nature melaporkan bahwa peneliti mengekstrak dan menganalisis metabolit dari tulang fosil berusia antara 1,3 dan 3 juta tahun. Tim yang dipimpin Timothy Bromage menduga metabolit yang beredar dalam darah saat hewan hidup dapat terperangkap dalam celah tulang dan bertahan lama.
Mereka memakai spektrometri massa untuk mengidentifikasi molekul. Langkah awal menguji tulang tikus modern, yang menunjukkan hampir 2.200 metabolit, dan metode ini juga mendeteksi protein seperti kolagen pada beberapa sampel.
Fosil dari situs di Tanzania, Malawi, dan Afrika Selatan—milik berbagai rodensia, seekor antelop, seekor babi, dan seekor gajah—mengandung ribuan metabolit. Molekul ini memberi petunjuk tentang metabolisme asam amino, karbohidrat, vitamin, dan mineral serta pola makan. Secara keseluruhan hasilnya menunjukkan lingkungan yang lebih hangat dan lebih basah daripada sekarang.
Kata-kata sulit
- metabolit — molekul yang dihasilkan saat tubuh memproses zat
- mengekstrak — mengeluarkan atau mengambil bahan dari suatu ruang
- spektrometri massa — metode untuk mengukur massa dan identitas molekul
- kolagen — protein struktural utama pada tulang dan jaringan
- celah — ruang sempit atau lubang kecil di antara benda
- metabolisme — proses kimia tubuh mengubah makanan jadi energi
- molekul — unit kecil yang membentuk zat kimia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa peneliti menduga metabolit bisa terperangkap dalam celah tulang dan bertahan lama?
- Bagaimana informasi dari metabolit bisa membantu peneliti memahami pola makan atau lingkungan hewan purba?
Artikel terkait
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.
Virtual Vet: Permainan untuk Belajar Sains dan Penalaran
Peneliti di University of Georgia merancang permainan Virtual Vet untuk membantu siswa sekolah dasar berlatih anatomi, kesehatan, dan keterampilan penalaran. Uji coba menunjukkan anak yang memainkan permainan memperoleh skor lebih tinggi dibanding metode kelas tradisional.