Nepal ikut Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati dan kawasan terlindungi saat ini mencakup sebagian besar wilayah negara. COP15 pada 2022 mendorong perlindungan minimal 30 percent permukaan bumi pada 2030.
Berdasarkan itu, kementerian mengidentifikasi 58 potensi OECM. Salah satu yang diusulkan adalah Lanskap Chepang, dikelola komunitas adat Chepang di wilayah seperti Chitwan dan Makawanpur. Proposal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kepemilikan tanah, manfaat seperti pembayaran jasa ekosistem dan ekowisata, serta perlunya konsultasi bermakna dengan komunitas lokal agar hak budaya dan mata pencaharian terlindungi.
Kata-kata sulit
- konvensi — perjanjian internasional yang dibuat oleh banyak negara
- keanekaragaman hayati — variasi jenis hidup di suatu lingkungan
- kawasan terlindungi — area alam yang dijaga dan dilindungi
- kementerian — bagian pemerintahan yang mengurus suatu bidang
- komunitas adat — sekelompok orang dengan tradisi dan identitas sama
- kepemilikan tanah — hak seseorang atau kelompok atas tanah
- konsultasi bermakna — diskusi yang nyata dan penting dengan komunitas
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda komunitas lokal harus dilibatkan dalam rencana perlindungan? Mengapa?
- Bagaimana ekowisata bisa memberi manfaat bagi komunitas adat menurut Anda?
Artikel terkait
Perdagangan Satwa Liar di Nepal dan Dampaknya
Perdagangan satwa liar adalah bisnis global besar. Nepal menjadi negara asal dan jalur transit, sementara masyarakat miskin dan adat sering dihukum. Pakar menyerukan reformasi hukum, penyelidikan tingkat atas, dan dukungan mata pencaharian.
Molekul Baru dari Bakteri Terumbu Karang
Ekspedisi Tara Pacific mengumpulkan ribuan sampel terumbu karang dan menemukan banyak bakteri baru yang menghasilkan metabolit bioaktif. Penelitian menunjukkan potensi obat dan produk industri, namun menekankan pentingnya konservasi terumbu karang.