Aktivis Perifer São Paulo Kirim Usulan ke COP30CEFR B1
14 Nov 2025
Diadaptasi dari Liam Anderson, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Bradley Andrews, Unsplash
Kelompok yang mengorganisir surat itu adalah Peripheral Front for Rights. Front ini berkembang dari gerakan sosial yang bekerja sama selama pandemi COVID-19 untuk membagikan makanan, paket kebersihan, dan masker. Koordinator Edson Pardinho, usia 50, tinggal di Dom Tomás Balduíno Settlement di Franco da Rocha. Pendiri Mateus Munadas, 34, tinggal di Itaquera. Mereka mengatakan aktivis perifer harus hadir di COP karena pengalaman sehari-hari mereka sering diabaikan.
Surat memuat tindakan komunitas dan rekomendasi kebijakan, seperti pembersihan aliran sungai, reboisasi, kebun sayur komunitas, dan perluasan jaringan penampungan air hujan. Manifesto juga menyoroti peran pendidik sosial, kolektif budaya, dan guru yang meningkatkan kesadaran tentang SDO dan rasisme lingkungan.
Surat meminta penghentian penggusuran dan praktik kekerasan terhadap pemukiman dan favela. Beberapa komunitas, misalnya Cidade Ademar dan Pedreira, terkena dampak karena dekat bendungan atau aliran limbah. Koordinator Casa Ecoativa, Jaison Lara, memperingatkan bahwa pengetahuan periferi bisa tidak didengar jika COP hanya didominasi tokoh diplomatik.
Kata-kata sulit
- proposal — Usulan atau rencana untuk melakukan sesuatu.
- komunitas — Sekelompok orang yang hidup bersama.masyarakat, komunitas mereka
- perubahan — Proses beralih dari satu keadaan ke keadaan lain.perubahan iklim
- hak atas perumahan — Kemampuan untuk menggunakan atau memperoleh sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk melibatkan suara komunitas marginal dalam isu lingkungan?
- Bagaimana perubahan iklim mempengaruhi masyarakat di daerah berisiko?
- Apa solusi efektif yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis iklim?
Artikel terkait
Pelanggaran Aturan Wisata Hiu Paus di El Azul
Studi dengan rekaman drone (2016 dan 2022) menemukan bahwa perahu wisata dan perenang sering melanggar aturan di El Azul, lokasi hiu paus seluas 400 km². Penulis merekomendasikan pengawasan lebih baik, regulasi diri pemandu, dan investasi jangka panjang.