Sebuah tim peneliti di Iowa State University melaporkan bahwa beberapa metode pembersihan plastik sebelum didaur ulang dapat melepaskan bahan kimia ke dalam air cuci. Penelitian itu mempelajari polipropilena (No. 5) yang dipakai untuk wadah susu dan makanan.
Mereka menguji beberapa cara pembersihan: pengadukan fisik, pengadukan dengan natrium hidroksida, getaran ultrasonik, dan natrium hidroksida ditambah deterjen industri. Tidak semua metode melepaskan ftalat; ultrasonik dan natrium hidroksida ditambah deterjen menunjukkan ftalat di air cuci.
Peneliti juga melihat penggunaan ulang air cuci dan menemukan peningkatan kadar ftalat. Mereka menyarankan beberapa teknologi pembersihan baru dan pengurangan penggunaan air, tetapi perubahan harus layak secara ekonomi. EPA AS menargetkan 50% daur ulang pada 2030.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang atau tim yang melakukan studi atau penelitian
- polipropilena — jenis plastik yang dipakai untuk wadah makanan
- ftalat — bahan kimia yang bisa larut ke air cuci
- natrium hidroksida — zat kimia pembersih yang sangat basa
- ultrasonik — getaran suara frekuensi tinggi untuk pembersihan
- daur ulang — proses mengolah kembali bahan menjadi baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju mengurangi penggunaan air saat pembersihan? Jelaskan singkat.
- Jika air cuci dipakai lagi, apakah kamu khawatir tentang ftalat? Mengapa?
- Metode pembersihan mana dari teks yang menurutmu paling mudah dilakukan: pengadukan fisik, ultrasonik, atau pakai natrium hidroksida?
Artikel terkait
Perempuan dan Imersi Hutan oleh RADD di Kamerun
RADD mengadakan kegiatan imersi hutan untuk perempuan pada 17 November 2025 di Kamerun, bertepatan dengan COP30 di Belém, Brasil (10–21 November 2025). Kegiatan ini ingin menguatkan hubungan perempuan dengan hutan dan solusi iklim lokal.
Pakaian bekas dapat memperkuat konsumsi berlebih
Studi baru di Scientific Reports menemukan membeli pakaian bekas sering tidak mengurangi pembelian pakaian baru dan malah memperkuat konsumsi berlebih. Survei nasional terhadap 1.009 orang AS menunjukkan keterlibatan tinggi, terutama pada orang muda.