Sebuah tim peneliti di Iowa State University melaporkan bahwa beberapa metode pembersihan plastik sebelum didaur ulang dapat melepaskan bahan kimia ke dalam air cuci. Penelitian itu mempelajari polipropilena (No. 5) yang dipakai untuk wadah susu dan makanan.
Mereka menguji beberapa cara pembersihan: pengadukan fisik, pengadukan dengan natrium hidroksida, getaran ultrasonik, dan natrium hidroksida ditambah deterjen industri. Tidak semua metode melepaskan ftalat; ultrasonik dan natrium hidroksida ditambah deterjen menunjukkan ftalat di air cuci.
Peneliti juga melihat penggunaan ulang air cuci dan menemukan peningkatan kadar ftalat. Mereka menyarankan beberapa teknologi pembersihan baru dan pengurangan penggunaan air, tetapi perubahan harus layak secara ekonomi. EPA AS menargetkan 50% daur ulang pada 2030.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang atau tim yang melakukan studi atau penelitian
- polipropilena — jenis plastik yang dipakai untuk wadah makanan
- ftalat — bahan kimia yang bisa larut ke air cuci
- natrium hidroksida — zat kimia pembersih yang sangat basa
- ultrasonik — getaran suara frekuensi tinggi untuk pembersihan
- daur ulang — proses mengolah kembali bahan menjadi baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju mengurangi penggunaan air saat pembersihan? Jelaskan singkat.
- Jika air cuci dipakai lagi, apakah kamu khawatir tentang ftalat? Mengapa?
- Metode pembersihan mana dari teks yang menurutmu paling mudah dilakukan: pengadukan fisik, ultrasonik, atau pakai natrium hidroksida?
Artikel terkait
Masyarakat Adat Minta Perlindungan Hutan di COP30
Di COP30 di Belém, masyarakat adat dan komunitas lokal menuntut perlindungan hutan, pengakuan hak wilayah, dan akses langsung ke pembiayaan iklim. Tuntutan itu muncul setelah laporan GATC dan Earth Insight memetakan ancaman ekstraksi industri.
Filipina: energi terbarukan dan penandaan (red-tagging)
Pemerintah Filipina mencabut batas kepemilikan asing untuk menarik investasi energi terbarukan. Pada waktu yang sama, praktik penandaan (red-tagging) terhadap aktivis dan organisasi mempersempit akses bantuan dan menimbulkan dakwaan terhadap beberapa LSM.