Sebuah tim peneliti di Iowa State University melaporkan bahwa beberapa metode pembersihan plastik sebelum didaur ulang dapat melepaskan bahan kimia ke dalam air cuci. Penelitian itu mempelajari polipropilena (No. 5) yang dipakai untuk wadah susu dan makanan.
Mereka menguji beberapa cara pembersihan: pengadukan fisik, pengadukan dengan natrium hidroksida, getaran ultrasonik, dan natrium hidroksida ditambah deterjen industri. Tidak semua metode melepaskan ftalat; ultrasonik dan natrium hidroksida ditambah deterjen menunjukkan ftalat di air cuci.
Peneliti juga melihat penggunaan ulang air cuci dan menemukan peningkatan kadar ftalat. Mereka menyarankan beberapa teknologi pembersihan baru dan pengurangan penggunaan air, tetapi perubahan harus layak secara ekonomi. EPA AS menargetkan 50% daur ulang pada 2030.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang atau tim yang melakukan studi atau penelitian
- polipropilena — jenis plastik yang dipakai untuk wadah makanan
- ftalat — bahan kimia yang bisa larut ke air cuci
- natrium hidroksida — zat kimia pembersih yang sangat basa
- ultrasonik — getaran suara frekuensi tinggi untuk pembersihan
- daur ulang — proses mengolah kembali bahan menjadi baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju mengurangi penggunaan air saat pembersihan? Jelaskan singkat.
- Jika air cuci dipakai lagi, apakah kamu khawatir tentang ftalat? Mengapa?
- Metode pembersihan mana dari teks yang menurutmu paling mudah dilakukan: pengadukan fisik, ultrasonik, atau pakai natrium hidroksida?
Artikel terkait
Kebijakan Lingkungan dan Ketidaksetaraan Roma di Bulgaria
Elana Resnick, seorang antropolog, menulis bahwa kebijakan lingkungan di Eropa kadang memperdalam ketidaksetaraan rasial. Ia meneliti komunitas Roma di Bulgaria dan menemukan hubungan antara pekerjaan sampah dan stigma sosial.
Teknologi Magnet untuk Mengatasi Arsenik di India
Dua saudara dari Bihar mengembangkan metode magnetik tanpa bahan kimia (METAL) untuk menghilangkan arsenik dari air tanah. Teknologi itu menjadi produk MARU, sudah memurnikan air dan mendapat pengakuan nasional sebelum masuk pasar komersial.
Arsitek 'kota spons' Yu Kongjian tewas dalam kecelakaan pesawat di Pantanal
Yu Kongjian, arsitek lanskap China yang memopulerkan konsep kota spons, tewas dalam kecelakaan pesawat di Pantanal, Brasil, pada 23 September 2025. Tiga orang lain juga meninggal dan penyelidikan masih berlangsung.