Arsitek 'kota spons' Yu Kongjian tewas dalam kecelakaan pesawat di PantanalCEFR A2
29 Sep 2025
Diadaptasi dari Global Voices Brazil, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Ian Talmacs, Unsplash
Yu Kongjian, 62 tahun, dikenal sebagai pencipta gagasan kota spons. Ia pernah menjadi profesor di Peking University dan mendirikan firma Turenscape. Ide itu melihat kota sebagai tempat yang bisa menyimpan dan mengelola air.
Pada 23 September 2025, Yu tewas dalam kecelakaan pesawat di Pantanal, Brasil. Pilot Marcelo Pereira de Barros dan dua pembuat film Brasil, Luiz Fernando Feres da Cunha Ferraz serta Rubens Crispim Jr., juga meninggal. Mereka bekerja pada sebuah film dokumenter.
Penyelenggara Biennale dan Presiden Brasil menyampaikan belasungkawa. Penyidikan atas kecelakaan masih berlangsung.
Kata-kata sulit
- kecelakaan — Sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
- pesawat — Kendaraan terbang untuk mengangkut orang.
- tewas — Tidak hidup lagi; mati.menewaskan
- pengelolaan — Proses mengatur atau mengelola sesuatu.
- dokumen — Film atau karya tentang fakta.dokumenter
- proyek — Rencana untuk melakukan sesuatu.
- konsep — Ide dasar dari sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk menyelidiki penyebab kecelakaan?
- Apa dampak dari kehilangan seorang arsitek terkenal seperti Yu Kongjian?
- Bagaimana cara proyek film dapat membantu mengedukasi masyarakat?
Artikel terkait
Pohon Natal Nyata: Produksi, Harga, dan Perawatan
Setelah Thanksgiving, banyak keluarga AS memasang dekorasi dan membeli pohon Natal nyata. Industri menghadapi tarif tinggi dan tantangan produksi, sehingga harga bisa berubah; pendidik extension Bill Lindberg memberi informasi dan tips perawatan.
Adaptasi Iklim Lokal Jadi Pusat Perencanaan di Afrika
Analisis baru mengatakan adaptasi iklim yang dipimpin secara lokal harus menjadi pusat perencanaan di Afrika untuk menghadapi risiko iklim yang meningkat. Studi menyorot upaya terfragmentasi, pembiayaan tidak merata, dan perlunya keterlibatan lokal.
Pakaian bekas dapat memperkuat konsumsi berlebih
Studi baru di Scientific Reports menemukan membeli pakaian bekas sering tidak mengurangi pembelian pakaian baru dan malah memperkuat konsumsi berlebih. Survei nasional terhadap 1.009 orang AS menunjukkan keterlibatan tinggi, terutama pada orang muda.