Upaya Menyelamatkan Bilby Besar di AustraliaCEFR A1
21 Okt 2024
Diadaptasi dari Kevin Rennie, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Enguerrand Photography, Unsplash
- Bilby besar adalah mamalia asli di Australia.
- Hewan ini kini terancam punah di alam liar.
- Dulu bilby hidup di banyak wilayah Australia.
- Tubuhnya mirip tikus tetapi juga seperti kelinci.
- Ciri khasnya adalah telinga yang sangat besar.
- Kelinci, kucing, dan rubah mengurangi populasinya.
- Pembukaan lahan dan penggembalaan menyulitkan hidupnya.
- Kelompok konservasi membuat area berpagar bebas dari predator.
- Penangkaran dan pelepasan kembali membantu memulihkannya.
- Wisata edukasi memperkenalkan bilby pada publik luas.
Kata-kata sulit
- mamalia — hewan menyusui dengan tubuh berbulu
- terancam punah — jumlahnya sedikit dan bisa hilang
- predator — hewan yang memangsa hewan lain
- penangkaran — tempat merawat dan membiakkan hewan
- pelepasan — melepaskan hewan kembali ke alam
- konservasi — usaha menjaga dan melindungi alam
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat bilby?
- Apakah kamu setuju membuat area berpagar untuk hewan?
- Apakah kamu mau mengunjungi wisata edukasi tentang bilby?
Artikel terkait
Uzbekistan Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Investor China
Uzbekistan memulai pembangunan fasilitas pengubah limbah menjadi energi bersama perusahaan China pada Juli. Dua fasilitas pertama di Andijan dan Samarkand masing-masing bakar 1,500 ton per hari dan hasilkan 240 million kWh listrik, tetapi ada kekhawatiran transparansi dan kesehatan.
Debu berlian bukan pilihan untuk mendinginkan Bumi
Penelitian dari Washington University menunjukkan debu berlian sintetik yang dibuat lewat sintesis detonasi menyerap lebih banyak panas daripada memantulkan cahaya. Para peneliti menyimpulkan material ini tidak cocok untuk stratospheric aerosol injection (SAI).
Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara Damai
François Kaserake Kamate, aktivis dari timur Republik Demokratik Kongo, menentang eksploitasi mineral yang memicu kekerasan. Ia menyerukan solidaritas, ruang bagi aktivis muda, dan strategi non-kekerasan untuk melindungi komunitas lokal.