Sebuah tim peneliti di Washington University in St. Louis menggunakan perhitungan prinsip pertama untuk meneliti debu berlian sintetis yang dibuat lewat sintesis detonasi. Sintesis detonasi adalah cara murah untuk membuat nanopartikel berlian dalam jumlah besar.
Simulasi menunjukkan partikel hasil detonasi mengandung kotoran karbon dan lapisan karbon lain yang menambah penyerapan cahaya. Akibatnya debu ini lebih menyerap panas daripada memantulkan cahaya, sehingga tidak cocok dipakai untuk SAI. Hasil ini diterbitkan di Journal of Aerosol Science.
Kata-kata sulit
- sintesis detonasi — cara membuat partikel dengan ledakan terkontrol
- nanopartikel — partikel sangat kecil berukuran nanometer
- penyerapan — proses benda mengambil atau menyimpan energi atau zat
- memantulkan — mengembalikan cahaya atau gelombang dari permukaan
- kotoran — benda atau bahan asing yang menempel atau tercampur
- prinsip pertama — konsep dasar atau teori dari awal proses
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu khawatir jika debu sintetis menyerap panas? Mengapa?
- Pernahkah kamu membaca atau mendengar tentang nanopartikel sebelumnya? Di mana?
- Menurutmu, pentingkah menerbitkan hasil penelitian di jurnal ilmiah? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Pengurangan Polusi di Asia Timur Mempercepat Pemanasan Global
Studi baru menghubungkan berkurangnya polusi aerosol di Asia Timur, terutama China, dengan percepatan pemanasan permukaan global sejak sekitar 2010. Penelitian dan laporan cuaca menunjukkan dampak regional dan kebutuhan dana untuk adaptasi.
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.