Para peneliti di Washington University in St. Louis meneliti apakah debu berlian sintetis bisa digunakan untuk stratospheric aerosol injection (SAI), metode geoengineering yang meniru pendinginan akibat letusan gunung berapi. Mereka memakai perhitungan prinsip pertama untuk mempelajari nanopartikel berlian yang diproduksi dengan sintesis detonasi, metode yang ekonomis untuk produksi skala besar.
Simulasi menunjukkan partikel hasil detonasi selalu mengandung impuritas karbon, dan ledakan bersuhu tinggi menghasilkan karbon ter-hybridisasi sp2 yang membentuk cangkang di sekitar inti berlian. Impuritas ini meningkatkan penyerapan cahaya dan dapat mengurangi hamburan cahaya berlian hingga sekitar 25%.
Studi ini, yang diterbitkan di Journal of Aerosol Science, menyimpulkan nanopartikel berlian hasil sintesis detonasi kemungkinan menyerap lebih banyak panas daripada dipantulkan, sehingga pilihan buruk untuk SAI. Para peneliti menekankan pentingnya menyingkirkan material yang tidak cocok karena bisa memengaruhi ozon dan pendinginan atmosfer.
Kata-kata sulit
- nanopartikel — partikel sangat kecil pada skala nanometer
- impuritas — zat pengotor atau bahan tidak murni dalam sesuatu
- sintesis detonasi — cara membuat bahan dengan ledakan untuk produksi besar
- penyerapan — proses menyerap energi atau cahaya oleh material
- hamburan — perubahan arah cahaya saat mengenai partikel
- pendinginan — penurunan suhu di atmosfer atau lingkungan
- ozon — molekul gas di atmosfer yang melindungi dari sinar ultraviolet
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa kekhawatiran utama peneliti tentang penggunaan nanopartikel berlian untuk SAI? Jelaskan singkat.
- Mengapa penting menyingkirkan material yang tidak cocok sebelum menerapkan partikel ini di atmosfer?
- Apakah menurut Anda ilmuwan harus mencari alternatif selain berlian sintetis untuk tujuan pendinginan atmosfer? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Burung Gunung di Barat Laut Pasifik Lebih Tangguh dari Perkiraan
Perbandingan ulang situs lapangan setelah 30 tahun menunjukkan sebagian besar populasi burung di Barat Laut Pasifik stabil atau bertambah di ketinggian lebih tinggi. Beberapa spesies, seperti Canada Jay, tetap memerlukan bantuan.
Bendungan Buatan Meniru Berang-berang Bantu Sungai
Peneliti melaporkan bahwa bendungan buatan yang meniru berang-berang dapat memperbaiki kondisi sungai dan membantu spesies. Tinjauan yang dipimpin Washington State University menemukan beberapa manfaat lingkungan, sehingga minat tumbuh di Barat Laut Pasifik.
Pengungsi di Kyaka II Ubah Limbah Jadi Briket
Di Kyaka II, Uganda, sebuah proyek yang didirikan oleh pengungsi mengubah sisa makanan dan limbah tanaman menjadi briket untuk memasak. Proyek ini juga menanam pohon, membuat tungku, memberi pekerjaan, dan mendapat dukungan serta peringatan ahli.