Peneliti mempelajari rumput laut cokelat Alaria esculenta dan menguji fermentasi bakteri asam laktat. Mereka membuat dua produk oles: krim keju dan selai baobab. Rumput laut dibandingkan dalam tiga cara: tidak diolah, difermentasi, dan diasamkan.
Rumput laut digunakan pada konsentrasi 10% dan 15% dalam produk. Hasil uji menunjukkan produk dengan rumput laut difermentasi memiliki rasa lebih lembut, bau laut yang lebih sedikit, dan rasa terasa lebih segar. Tekstur krim keju juga menjadi lebih padat dan kurang cair. Pada uji konsumen, krim keju difermentasi mendapat skor tertinggi.
Kata-kata sulit
- fermentasi — proses perubahan makanan oleh mikroorganismedifermentasi
- asamkan — dibuat menjadi lebih asam atau diberi asamdiasamkan
- konsentrasi — persentase bahan dalam produk atau campuran
- uji konsumen — tes di mana orang menilai rasa produk
- tekstur — cara permukaan atau rasa bahan terasa di mulut
- oles — produk yang dioleskan pada makanan atau roti
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mencoba makanan yang difermentasi? Bagaimana rasanya?
- Mana yang lebih ingin kamu coba: krim keju difermentasi atau selai baobab? Mengapa?
- Apakah menurutmu menambah rumput laut akan membuat produk terasa lebih segar? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.
Komposit Serbuk Kayu Berperekat Struvite Tahan Api dan Dapat Didaur Ulang
Para peneliti mengubah serbuk kayu menjadi komposit yang memakai mineral struvite sebagai perekat. Material ini lebih tahan api, dapat didaur ulang, dan cocok untuk penggunaan interior, tetapi perlu peningkatan skala dan penurunan biaya.
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.