Permintaan global untuk baterai meningkat pesat, sehingga daur ulang menjadi penting. Sebuah tim peneliti melaporkan metode lebih cepat dan hemat energi untuk memulihkan logam dari baterai bekas. Mereka meneliti larutan berair yang disebut amino klorida.
Di antara larutan itu, varian berbasis hydroxylammonium chloride (HACl) menunjukkan kinerja terbaik. Metode hidrometalurgi melarutkan logam ke cairan lalu memisahkannya. Pelarut organik biasa dapat bersifat toksik, sedangkan larutan berair ini bekerja lebih cepat pada suhu kamar.
Setelah ekstraksi, logam yang dipulihkan diolah kembali menjadi bahan baterai baru dalam uji coba. Metode ini menggunakan kondisi lembut dan mungkin lebih ramah lingkungan, namun belum jelas seberapa cepat cara ini dapat diperluas ke industri.
Kata-kata sulit
- daur ulang — proses membuat bahan bekas menjadi bahan baru
- memulihkan — mengambil kembali sesuatu agar bisa digunakan
- larutan — cairan yang mengandung zat terlarutlarutan berair, larutan itu, larutan berair ini
- hidrometalurgi — cara menggunakan cairan untuk mengambil logam
- toksik — zat yang berbahaya bagi kesehatan
- ekstraksi — proses mengambil bahan atau zat dari campuran
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah di kotamu ada tempat untuk daur ulang baterai bekas? Jelaskan singkat.
- Menurutmu, mengapa metode yang hemat energi penting untuk industri?
- Pernahkah kamu membuang baterai di tempat sampah biasa? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Filter nanofiber yang menangkap CO2 di dalam gedung
Para peneliti mengembangkan filter udara berbahan nanofiber karbon yang menangkap karbon dioksida di dalam bangunan. Filter ini kompatibel dengan sistem HVAC, bisa dipakai ulang, dan berpotensi menurunkan penggunaan energi dan emisi.
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Menyerap Karbon
Penelitian menunjukkan lapangan tenis tanah liat hijau di AS dapat menyerap karbon dioksida melalui pelapukan batu basalt. Para peneliti menganalisis banyak lapangan dan menghitung emisi dari penambangan, konstruksi, transportasi, dan pemeliharaan.
Konflik Trawler di Taman Nasional Douala-Edea
Komunitas nelayan di Mbiako, Yoyo I dan Yoyo II menghadapi serangan kapal trawl industri di Taman Nasional Douala-Edea. Metode penangkapan ilegal merusak mangrove, mengurangi ikan, dan mengancam mata pencaharian; LCMC dipasang untuk membantu pengelolaan.