Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara DamaiCEFR A2
15 Mar 2026
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Dieuvain Musaghi, Unsplash
François Kaserake Kamate adalah aktivis hak asasi dan lingkungan dari timur Republik Demokratik Kongo. Selama bertahun-tahun ia ikut gerakan non-kekerasan untuk menuntut keadilan dan pertanggungjawaban.
Ia mengatakan Kongo kaya mineral namun penduduknya tetap miskin. Mineral itu, yang dipakai untuk ponsel dan baterai, malah memicu kekerasan bersenjata. Milisi dan pihak berkuasa melakukan pelanggaran, dan beberapa kelompok bekerja untuk kepentingan perusahaan luar.
Kamate mengkritik proyek internasional yang mengabaikan suara lokal. Ia meminta orang bertindak, membangun solidaritas, dan memberi ruang bagi aktivis muda agar suara mereka didengar.
Kata-kata sulit
- aktivis — orang yang bekerja untuk perubahan sosial atau politik
- pertanggungjawaban — harus menjelaskan dan menerima akibat dari tindakan
- mineral — bahan alami yang keluar dari tanah atau batu
- kekerasan bersenjata — tindakan pakai senjata yang menyakiti orang lain
- milisi — kelompok bersenjata di luar tentara resmi
- solidaritas — dukungan bersama antara orang atau kelompok
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda penting mendengar suara lokal dalam proyek internasional?
- Bagaimana orang biasa bisa menunjukkan solidaritas untuk komunitas mereka?
- Apa manfaat memberi ruang bagi aktivis muda menurut Anda?
Artikel terkait
Kebijakan Lingkungan dan Ketidaksetaraan Roma di Bulgaria
Elana Resnick, seorang antropolog, menulis bahwa kebijakan lingkungan di Eropa kadang memperdalam ketidaksetaraan rasial. Ia meneliti komunitas Roma di Bulgaria dan menemukan hubungan antara pekerjaan sampah dan stigma sosial.