Penelitian di University of Missouri dipimpin oleh Susie Dai dari College of Engineering dan Bond Life Sciences Center. Tim memodifikasi gen alga sehingga sel alga menghasilkan limonena, minyak alami yang membuat permukaan alga menjadi hidrofobik atau menolak air.
Karena banyak mikroplastik juga bersifat hidrofobik, alga dan mikroplastik cenderung berkumpul bersama dan membentuk gumpalan padat yang kemudian tenggelam. Gumpalan tersebut menciptakan lapisan biomassa yang lebih mudah dikumpulkan daripada partikel yang tersebar di seluruh volume air.
Alga hasil rekayasa dapat tumbuh di air limbah dan menggunakan nutrien berlebih, sehingga membantu membersihkan air saat menangkap plastik. Tim telah membangun bioreaktor skala laboratorium bernama "Shrek" untuk uji kualitas udara, dan mereka berharap dapat mengembangkan sistem yang lebih besar untuk pengolahan air limbah. Studi ini dipublikasikan di Nature Communications.
Kata-kata sulit
- memodifikasi — mengubah susunan atau sifat suatu gen
- limonena — minyak alami beraroma jeruk dari tanaman
- hidrofobik — sifat permukaan yang menolak dan tidak menyerap air
- mikroplastik — potongan plastik kecil yang ada di lingkungan air
- gumpalan — kumpulan padat partikel yang melekat bersama
- biomassa — bahan organik dari tumbuhan atau mikroorganisme
- bioreaktor — alat untuk menumbuhkan organisme dalam skala terkendali
- air limbah — air yang mengandung kotoran atau bahan sisa industri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda berpikir metode ini aman dan praktis untuk digunakan di kota Anda? Jelaskan alasan singkat.
- Menurut teks, apa keuntungan menumbuhkan alga di air limbah dibandingkan menumbuhkan di air bersih?
- Sebutkan tantangan yang mungkin dihadapi tim saat mengembangkan sistem pengolahan air limbah skala besar.
Artikel terkait
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.
Penyakit Baru Mengancam Terumbu Karang Karibia
Institute of Marine Affairs memperingatkan tentang penyakit Stony Coral Tissue Loss Disease yang menyebar di Karibia dan mengancam banyak spesies karang. IMA melakukan latihan, pengobatan dan pendidikan untuk mempersiapkan kedatangan penyakit ini.