Kemacetan lalu lintas di banyak kota Asia meningkatkan polusi dan menurunkan kualitas hidup. Masalah ini juga merugikan perekonomian negara.
Di New Delhi, pemerintah mengeluarkan kendaraan tua dari jalan dan mulai memakai bus listrik serta memperluas jaringan metro. Di Bangkok, otoritas memperbaiki armada bus, memperpanjang metro, dan menaikkan biaya parkir untuk mengurangi mobil pribadi.
Filipina dan Jakarta juga meningkatkan jaringan metro dan bus, sementara teknologi peta lalu lintas dan layanan aplikasi membantu memberi alternatif yang lebih murah dan nyaman.
Kata-kata sulit
- kemacetan — kondisi banyak kendaraan berhenti atau lambat
- polusi — kehadiran zat berbahaya di udara
- kualitas hidup — keadaan kesejahteraan dan kenyamanan hidup
- perekonomian — kegiatan produksi dan keuangan sebuah negara
- armada — kumpulan kendaraan yang dimiliki suatu organisasi
- mengeluarkan — mengambil atau memaksa keluar dari suatu tempat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah naik metro atau bus di kota besar? Ceritakan singkat pengalamanmu.
- Menurutmu, apakah menaikkan biaya parkir ide yang baik untuk mengurangi mobil pribadi? Mengapa?
- Di kotamu, solusi apa yang bisa mengurangi kemacetan dan polusi? Jelaskan satu ide.
Artikel terkait
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Pohon Natal Nyata: Produksi, Harga, dan Perawatan
Setelah Thanksgiving, banyak keluarga AS memasang dekorasi dan membeli pohon Natal nyata. Industri menghadapi tarif tinggi dan tantangan produksi, sehingga harga bisa berubah; pendidik extension Bill Lindberg memberi informasi dan tips perawatan.
Petani Filipina Tunjukkan Agroekologi Menjelang COP30
Kelompok petani dan pendukung agroekologi menggelar pameran, lokakarya, sesi memasak, petisi, dan konsultasi di Negros menjelang COP30. Mereka menentang rancangan peraturan pro-GMO dan menekankan reforma agraria serta keadilan iklim.