Penelitian ini mempelajari peralihan mendadak dari kelas tatap muka ke pembelajaran daring selama lockdown COVID-19 2020 di China. Analisis dipimpin oleh Shijie Lu bersama rekan dari beberapa universitas. Tim membandingkan nilai sebelum pandemi dengan nilai saat pengajaran daring menggunakan lebih dari 15.000 catatan dan hampir 8.000 mahasiswa di sembilan universitas.
Hasilnya berbeda menurut jenis mata kuliah. Untuk mata kuantitatif seperti matematika, nilai mahasiswa naik sekitar delapan hingga 11 poin. Mata yang bergantung pada diskusi, seperti bahasa Inggris, mendapat manfaat lebih sedikit. Penelitian juga menemukan bahwa kebijakan lockdown yang sangat ketat meningkatkan stres dan mengurangi efektivitas pembelajaran daring, sementara beberapa kebijakan tertentu membantu mahasiswa tetap fokus.
Kata-kata sulit
- penelitian — Studi atau analisis untuk mendapatkan informasi.
- mahasiswa — Orang yang belajar di universitas atau institusi tinggi.
- efektif — Memberi hasil yang baik atau berhasil.efektivitas
- diskusi — Pembicaraan atau pertukaran ide tentang sesuatu.
- pandemi — Wabah penyakit yang menyebar luas.
- pembelajaran — Proses belajar yang dilakukan oleh seseorang.pembelajaran daring
- beralih — Mengganti dari satu hal ke hal lain.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang pembelajaran daring?
- Bagaimana cara agar pembelajaran daring lebih efektif?
- Apa saja keuntungan dan kerugian dari belajar di rumah?
Artikel terkait
Web3 dan kendali data bagi petani
Forum ICTforAg (9-10 Maret) membahas bagaimana teknologi informasi dan Web3 bisa memberi petani lebih banyak kendali atas data mereka. Digital Green dan alat seperti FarmStack ditonjolkan, serta layanan video yang menjangkau petani di beberapa negara.
Media sosial dorong penjualan daging satwa liar di Afrika Barat
Sebuah studi di jurnal One Health memperingatkan media sosial dapat meningkatkan perdagangan daging satwa liar di Afrika Barat. Peneliti menemukan iklan di Facebook, pengalihan ke WhatsApp, dan risiko penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.