Menurut Scott Dunning, profesor teknik elektro dan manajer energi bersertifikat, pilihan lampu liburan penting untuk mengurangi pemakaian energi dan menghemat uang. Ia sering membandingkan biaya awal dan penggunaan energi untuk pajangan rumahnya.
Contohnya, satu rangkaian 100 lampu pijar relatif murah saat dibeli, tetapi jika dinyalakan beberapa jam setiap malam selama musim liburan, biaya listriknya jauh lebih tinggi dibandingkan lampu LED. Rangkaian LED juga bertahan sekitar 16 kali lebih lama, sehingga mengurangi kebutuhan penggantian bohlam dan dampak lingkungan.
Dunning menyoroti juga lampu tenaga surya yang tidak menambah tagihan listrik dan disarankan dibersihkan panelnya secara teratur. Untuk hiasan besar, ia menyarankan penggunaan timer karena beberapa hiasan luar menggunakan banyak energi.
Kata-kata sulit
- pemakaian — jumlah listrik yang digunakan oleh rumah atau perangkat
- pajangan — hiasan yang dipasang untuk tampilan rumah
- pijar — jenis lampu dengan bohlam yang memanas
- bohlam — bagian lampu tempat cahaya keluar
- dampak lingkungan — pengaruh negatif atau positif terhadap alam
- tenaga surya — energi yang berasal dari sinar matahari
- panel — permukaan datar pada penangkap energi suryapanelnya
- timer — alat yang mengatur waktu menyala dan mati
- biaya awal — uang yang dibayar saat pertama membeli
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih memilih lampu LED atau lampu pijar untuk hiasan rumah? Mengapa?
- Bagaimana Anda bisa merawat lampu tenaga surya di rumah sendiri?
- Menurut Anda, kapan penggunaan timer untuk hiasan luar menjadi penting?
Artikel terkait
Manfaat Pohon Perkotaan Tidak Dirasa Sama oleh Semua
Sebuah studi yang dipimpin oleh Amber Pearson menemukan bahwa kanopi pohon biasanya terkait dengan allostatic load lebih rendah. Namun kelompok paling rentan, termasuk peserta kulit hitam non-Hispanik, tidak menunjukkan penurunan yang sama.
Studi: Banyak Gletser Akan Hilang pada Abad Ini
Sebuah studi internasional melaporkan kapan dan berapa banyak gletser yang mungkin hilang hingga 2100. Wilayah seperti Alpen dan pegunungan dekat ekuator menghadapi risiko terbesar, dan skenario pemanasan menentukan jumlah gletser yang tersisa.