Sebuah studi internasional yang dipimpin oleh tim riset melaporkan berapa banyak gletser yang mungkin tersisa hingga 2100 dan kapan tiap gletser diperkirakan hilang. Gletser mencair di seluruh dunia dan beberapa wilayah dapat kehilangan sebagian besar es dalam beberapa dekade.
Para peneliti menemukan bahwa Pegunungan Alpen dapat mencapai puncak kehilangan sedini 2033 sampai 2041. Secara global puncak itu terjadi sekitar sepuluh tahun kemudian. Wilayah dengan banyak gletser kecil di elevasi rendah atau dekat ekuator paling berisiko, misalnya Alpen, Kaukasus, Pegunungan Rocky, bagian Andes dan pegunungan Afrika.
Peneliti menyarankan agar pembuat kebijakan, komunitas, dan perencana pariwisata mulai mempersiapkan diri terhadap perubahan ini.
Kata-kata sulit
- gletser — massa es besar yang bergerak lambat
- mencair — menjadi cair atau meleleh karena panas
- elevasi — ketinggian tempat dari permukaan laut
- ekuator — garis imajiner di tengah bumi antara kutub
- puncak — bagian tertinggi atau titik paling atas
- mempersiapkan — membuat rencana atau tindakan untuk menghadapi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda sebuah komunitas dapat mempersiapkan diri terhadap hilangnya gletser?
- Apakah di daerah Anda ada perubahan lingkungan yang mirip? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Menyerap Karbon
Penelitian menunjukkan lapangan tenis tanah liat hijau di AS dapat menyerap karbon dioksida melalui pelapukan batu basalt. Para peneliti menganalisis banyak lapangan dan menghitung emisi dari penambangan, konstruksi, transportasi, dan pemeliharaan.
Filter Rokok Melepaskan Mikroplastik ke Air
Peneliti menemukan bahwa puntung rokok melepaskan banyak mikroserat plastik ke air, baik segera maupun dalam beberapa hari. Mereka memperkirakan jumlah besar masuk ke perairan New York dan menyarankan tempat sampah serta saringan untuk mengurangi pelepasan.
Dana Adaptasi Iklim di Afrika Menunjukkan Hasil
Laporan GHS dan Komisi Uni Afrika menemukan bahwa pembiayaan adaptasi iklim yang ditargetkan menghasilkan hasil terukur di beberapa negara Afrika, termasuk proyek di Benin, Ethiopia, dan Namibia. Studi mencatat perbaikan infrastruktur, hasil pertanian, dan peningkatan partisipasi perempuan.