LingVo.club
📖+20 XP
🎧+15 XP
+25 XP
Studi: Banyak Gletser Akan Hilang pada Abad Ini (Level A2) — a snowy mountain range

Studi: Banyak Gletser Akan Hilang pada Abad IniCEFR A2

22 Des 2025

Diadaptasi dari ETH Zurich, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Andreas Slotosch, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
100 kata

Sebuah studi internasional yang dipimpin oleh tim riset melaporkan berapa banyak gletser yang mungkin tersisa hingga 2100 dan kapan tiap gletser diperkirakan hilang. Gletser mencair di seluruh dunia dan beberapa wilayah dapat kehilangan sebagian besar es dalam beberapa dekade.

Para peneliti menemukan bahwa Pegunungan Alpen dapat mencapai puncak kehilangan sedini 2033 sampai 2041. Secara global puncak itu terjadi sekitar sepuluh tahun kemudian. Wilayah dengan banyak gletser kecil di elevasi rendah atau dekat ekuator paling berisiko, misalnya Alpen, Kaukasus, Pegunungan Rocky, bagian Andes dan pegunungan Afrika.

Peneliti menyarankan agar pembuat kebijakan, komunitas, dan perencana pariwisata mulai mempersiapkan diri terhadap perubahan ini.

Kata-kata sulit

  • gletsermassa es besar yang bergerak lambat
  • mencairmenjadi cair atau meleleh karena panas
  • elevasiketinggian tempat dari permukaan laut
  • ekuatorgaris imajiner di tengah bumi antara kutub
  • puncakbagian tertinggi atau titik paling atas
  • mempersiapkanmembuat rencana atau tindakan untuk menghadapi

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana menurut Anda sebuah komunitas dapat mempersiapkan diri terhadap hilangnya gletser?
  • Apakah di daerah Anda ada perubahan lingkungan yang mirip? Ceritakan singkat.

Artikel terkait

Letusan Hunga Tonga bantu hilangkan metana (Level A2)
13 Mei 2026

Letusan Hunga Tonga bantu hilangkan metana

Letusan bawah laut Hunga Tonga–Hunga Ha’apai pada Januari 2022 menghasilkan plume yang tampaknya menghancurkan sebagian metana. Pengamatan satelit melihat formaldehida tinggi dan melacak awan itu selama 10 hari, yang memberi informasi baru tentang pemanasan global.