Sebuah studi internasional yang dipimpin oleh tim riset melaporkan berapa banyak gletser yang mungkin tersisa hingga 2100 dan kapan tiap gletser diperkirakan hilang. Gletser mencair di seluruh dunia dan beberapa wilayah dapat kehilangan sebagian besar es dalam beberapa dekade.
Para peneliti menemukan bahwa Pegunungan Alpen dapat mencapai puncak kehilangan sedini 2033 sampai 2041. Secara global puncak itu terjadi sekitar sepuluh tahun kemudian. Wilayah dengan banyak gletser kecil di elevasi rendah atau dekat ekuator paling berisiko, misalnya Alpen, Kaukasus, Pegunungan Rocky, bagian Andes dan pegunungan Afrika.
Peneliti menyarankan agar pembuat kebijakan, komunitas, dan perencana pariwisata mulai mempersiapkan diri terhadap perubahan ini.
Kata-kata sulit
- gletser — massa es besar yang bergerak lambat
- mencair — menjadi cair atau meleleh karena panas
- elevasi — ketinggian tempat dari permukaan laut
- ekuator — garis imajiner di tengah bumi antara kutub
- puncak — bagian tertinggi atau titik paling atas
- mempersiapkan — membuat rencana atau tindakan untuk menghadapi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda sebuah komunitas dapat mempersiapkan diri terhadap hilangnya gletser?
- Apakah di daerah Anda ada perubahan lingkungan yang mirip? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai
Huai Hin Lad Nai, desa Masyarakat Adat Karen di Chiang Rai, mengalami banjir dan longsor pada September 2024. Penelitian Februari 2025 menyebut iklim dan penebangan masa lalu sebagai faktor, sementara komunitas ingin gabungkan pengetahuan adat dan sains.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Pengurangan Polusi di Asia Timur Mempercepat Pemanasan Global
Studi baru menghubungkan berkurangnya polusi aerosol di Asia Timur, terutama China, dengan percepatan pemanasan permukaan global sejak sekitar 2010. Penelitian dan laporan cuaca menunjukkan dampak regional dan kebutuhan dana untuk adaptasi.