Arsitek 'kota spons' Yu Kongjian tewas dalam kecelakaan pesawat di PantanalCEFR B1
29 Sep 2025
Diadaptasi dari Global Voices Brazil, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Ian Talmacs, Unsplash
Yu Kongjian adalah arsitek lanskap China yang memopulerkan konsep kota spons. Pendekatan ini memandang lanskap perkotaan sebagai infrastruktur yang dapat menyimpan dan mengelola air, bukan hanya bergantung pada saluran beton dan pipa. Yu pernah menjadi profesor di Peking University dan mendirikan Turenscape.
Pada 23 September 2025, Yu tewas dalam kecelakaan pesawat di kawasan Pantanal, Brasil. Bersama Yu, pilot Marcelo Pereira de Barros dan dua pembuat film Brasil, Luiz Fernando Feres da Cunha Ferraz serta Rubens Crispim Jr., juga meninggal. Kelompok itu sedang mengerjakan film dokumenter tentang kota spons. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Karya Yu mendapat perhatian internasional. Ia baru-baru ini hadir di Biennale Arsitektur Internasional São Paulo, dan penyelenggara Biennale menyebutnya pencipta teori kota spons. Yu pernah mengatakan, "Banjir bukan musuh. Kita bisa berteman dengan banjir. Kita bisa berteman dengan air." Namun beberapa proyek mendapat kritik, misalnya setelah banjir Zhengzhou 2021 yang menewaskan 12 orang.
Kata-kata sulit
- jatuh — turun mendadak dari tempat tinggi.
- kualitas — tingkat baik atau buruk sesuatu.
- lingkungan — semua hal di sekitar kita.
- perubahan — proses menjadi lain dari sebelumnya.
- kota — daerah pemukiman dengan banyak orang.
- proyek — rencana untuk melakukan sesuatu.
- solusi — cara untuk mengatasi masalah.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa proyek seperti kota spons penting?
- Bagaimana perubahan iklim mempengaruhi desain kota?
- Apa yang dapat dilakukan komunitas untuk mencegah kecelakaan seperti ini?
Artikel terkait
Pengungsi di Kyaka II Ubah Limbah Jadi Briket
Di Kyaka II, Uganda, sebuah proyek yang didirikan oleh pengungsi mengubah sisa makanan dan limbah tanaman menjadi briket untuk memasak. Proyek ini juga menanam pohon, membuat tungku, memberi pekerjaan, dan mendapat dukungan serta peringatan ahli.
WISE dan Perjuangan Perempuan Nigeria untuk Keadilan Iklim
WISE dari Nigeria terus memengaruhi debat keadilan iklim meski tidak hadir di COP30. Organisasi ini bekerja dengan perempuan akar rumput, mengorganisir aksi, diskusi tentang banjir, dan memberi rekomendasi untuk kebijakan dan ketahanan.
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.
Aerosol Bukan Penyebab Utama Kenaikan Panas Bumi
Sebuah studi baru menemukan perubahan polusi udara belakangan ini bukan penyebab utama dari meningkatnya ketidakseimbangan energi yang mendorong pemanasan global. Para peneliti menemukan tren aerosol berlawanan di belahan bumi yang sebagian besar saling meniadakan.