Antropolog Elana Resnick, yang menghabiskan dua dekade kerja lapang di Bulgaria, menulis Refusing Sustainability: Race and Environmentalism in a Changing Europe (Stanford University Press, 2025). Ia berargumen bahwa kebijakan lingkungan di Eropa, meskipun dimaksudkan untuk kebaikan, dapat memperdalam ketidaksetaraan rasial dengan memperkuat peran pekerjaan berisiko yang dilakukan oleh minoritas.
Untuk penelitian ini Resnick tinggal dan bekerja bersama komunitas Roma. Selama hampir setahun ia menjadi penyapu jalan kontrak dalam tim yang terdiri dari 40 perempuan Romani di Sofia. Pekerjaan itu melibatkan membersihkan jalan sibuk dan mengekspos pekerja pada bahaya serta pelecehan; kadang pejalan meneriakkan hinaan dan melempar puntung rokok menyala ke seragam mereka. Para pekerja juga berada di bawah pengawasan ketat, sehingga komunikasi awal dengan peneliti sulit.
Dari pengalaman lapang Resnick mengembangkan konsep "waste-race nexus" — hubungan antara sampah dan ras — yaitu bagaimana orang yang diperlakukan seperti barang sekali pakai dan pekerjaan sampah saling memperkuat stigma. Ia mencatat bahwa keanggotaan Uni Eropa mewajibkan Bulgaria meningkatkan sistem sampah, daur ulang, dan standar lingkungan, dan ironisnya pekerjaan Roma membantu negara memenuhi persyaratan tersebut.
Meskipun upah rendah dan kondisi merendahkan, pekerjaan menyapu jalan menciptakan ruang bagi solidaritas dan apa yang Resnick sebut "politik penolakan" — tindakan sehari-hari untuk menegaskan eksistensi dan menolak pengecualian. Ia tidak menawarkan satu solusi tunggal, melainkan mendesak pengakuan dan diagnosis sistem yang menghubungkan kebijakan lingkungan dengan tatanan rasial yang lama, dan menegaskan bahwa isu ini memiliki implikasi global terkait supremasi kulit putih, perubahan iklim, dan rasisme.
Kata-kata sulit
- antropolog — ilmuwan yang mempelajari budaya manusia
- ketidaksetaraan — perbedaan perlakuan yang merugikan kelompok tertentu
- pelecehan — perlakuan kasar atau menghina terhadap seseorang
- stigma — label negatif yang menimbulkan diskriminasi sosial
- daur ulang — mengolah kembali bahan agar dapat digunakan
- solidaritas — dukungan bersama antar anggota kelompok
- politik penolakan — tindakan menolak pengecualian secara kolektif sehari-hari
- implikasi — konsekuensi atau efek yang mungkin terjadi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda kebijakan lingkungan bisa memperdalam ketidaksetaraan rasial, berdasarkan contoh dalam teks?
- Teks menyebut "politik penolakan" sebagai tindakan sehari-hari. Berikan contoh konkret tindakan seperti itu di tempat kerja atau komunitas.
- Langkah apa yang bisa diambil pemerintah untuk mengurangi beban berisiko pada minoritas sambil tetap memenuhi standar lingkungan?
Artikel terkait
Pakaian bekas dapat memperkuat konsumsi berlebih
Studi baru di Scientific Reports menemukan membeli pakaian bekas sering tidak mengurangi pembelian pakaian baru dan malah memperkuat konsumsi berlebih. Survei nasional terhadap 1.009 orang AS menunjukkan keterlibatan tinggi, terutama pada orang muda.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.
Masyarakat Adat di COP30: Hak Wilayah dan Pengetahuan untuk Iklim
Di COP30 di Belém, Sineia Do Vale menekankan bahwa mengamankan hak wilayah masyarakat adat adalah langkah pertama. Ia meminta gabungkan pengetahuan tradisional adat dengan penelitian ilmiah dan membahas kebakaran di Roraima pada 2024.