China memiliki tradisi jamuan besar yang kadang meninggalkan banyak sisa makanan. Pola makan berubah sejak 1970-an dan konsumsi daging per kapita naik tajam hingga 2022, sehingga dampak lingkungan dari makanan yang terbuang juga lebih besar.
Aktivis memulai kampanye populer setelah memposting gambar piring kosong pada 2012, dan gerakan itu menjadi viral pada 2013. Kampanye mendorong porsi lebih kecil dan wadah bawa pulang untuk mengurangi sampah.
Pada 2021 pemerintah mengesahkan undang-undang anti-borosan makanan yang memberi denda dan mewajibkan pengingat untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Pemerintah juga merencanakan tindakan untuk menurunkan kerugian makanan sebelum 2027.
Kata-kata sulit
- sisa makanan — makanan yang tidak dimakan dan ditinggalkan
- konsumsi — jumlah makanan yang dimakan orang
- per kapita — untuk menghitung rata-rata setiap orang
- kampanye — aksi publik untuk mengubah perilaku orang
- denda — bayaran hukuman karena melanggar aturan
- porsi — jumlah makanan pada satu sajian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat banyak sisa makanan di suatu jamuan? Ceritakan singkat.
- Menurut Anda, apakah porsi lebih kecil bisa membantu mengurangi sampah? Mengapa?
- Tindakan apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menurunkan kerugian makanan sebelum 2027?
Artikel terkait
Tisu Uji Cepat untuk Deteksi Timbal di Rumah dan Mobil
Sebuah studi memvalidasi tisu kolorimetrik yang berubah warna untuk mendeteksi timbal di rumah dan kendaraan pekerja konstruksi. Metode ini lebih cepat dan jauh lebih murah dibanding tes laboratorium dan bisa dipakai langsung oleh keluarga.
Sains warga bantu pantau kesehatan dan SDG
Tinjauan ilmiah menemukan sains warga dapat membantu memantau indikator kesehatan dan kesejahteraan yang terkait SDG dan Target Triple Billion WHO. Studi ini menunjukkan potensi besar, contoh praktik, serta tantangan kualitas dan partisipasi.
Program Bantuan yang Selaras Budaya Bantu Perempuan Keluar dari Kemiskinan
Studi University of Michigan yang dipublikasikan di PNAS menemukan bahwa faktor budaya dan psikologis penting dalam program anti-kemiskinan. Intervensi yang sesuai nilai lokal meningkatkan kemajuan ekonomi perempuan di pedesaan Niger selama satu tahun.