Telur ayam sudah lama dipakai untuk mengambil protein yang berguna, termasuk antibodi melawan virus. Studi baru di University of Missouri menawarkan cara agar ayam menghasilkan protein medis lain di dalam telurnya.
Masalah yang dihadapi adalah pembungaan gen: ketika gen baru disisipkan secara acak, gen itu bisa menjadi mati seiring waktu. Untuk menghindari hal ini, para peneliti memakai alat penyunting gen CRISPR untuk menempatkan segmen gen pada lokasi tertentu di genom ayam.
Mereka menempelkan penanda hijau agar bisa melihat apakah gen itu aktif. Setelah berbulan-bulan dan banyak pembelahan sel, penanda tetap menyala. Hasil ini membuka kemungkinan membuat garis ayam termodifikasi yang stabil untuk berbagai aplikasi, termasuk kesehatan dan pertanian.
Kata-kata sulit
- antibodi — protein tubuh yang melawan virus dan penyakit
- pembungaan gen — proses gen baru menjadi tidak aktif
- menyisipkan — memasukkan sesuatu ke tempat tertentudisisipkan
- CRISPR — alat untuk menyunting gen secara tepat
- genom — seluruh materi genetik dalam satu organisme
- penanda — tanda yang menunjukkan gen atau sel aktifpenanda hijau
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju ayam dimodifikasi untuk tujuan kesehatan? Mengapa?
- Menurutmu, mengapa penting bahwa penanda tetap menyala setelah banyak pembelahan sel?
- Bagaimana menurutmu penggunaan ayam termodifikasi bisa membantu pertanian atau kesehatan?
Artikel terkait
Studi Genetika: Banyak Korban Bunuh Diri Tanpa Depresi
Penelitian genetika University of Utah menunjukkan banyak orang yang meninggal karena bunuh diri tidak memiliki depresi atau riwayat psikiatri. Peneliti menganalisis data anonim lebih dari 2.700 kasus untuk menemukan perbedaan risiko genetik.
Forum Jurnalis Sains: Pelajaran dari Pandemi
Science Journalism Forum (30 Agustus—2 September) mengumpulkan jurnalis dan editor secara daring untuk membahas tantangan jurnalisme sains selama pandemi. Konferensi bertujuan memperkuat jaringan dan keterampilan, terutama di negara berkembang.