Petani di Distrik Mzimba menghadapi turunnya produktivitas bersamaan dengan kenaikan biaya pupuk sintetis. Sepuluh petani di satu desa, termasuk Fanny Ndhlovu, melaporkan penurunan hasil pada tanaman pisang dan jagung, sehingga banyak usaha tani kecil tidak mampu membeli pupuk komersial.
Peneliti dari Mzuzu University bekerja sama dengan Science Granting Councils Initiative (SGCI) dan National Commission for Science and Technology Malawi mengembangkan pupuk organik dari frass lalat tentara hitam, biochar sekam padi, dan ampas kopi. Campuran dianalisis di laboratorium, dikeringkan, dan dikemas menjadi formulasi padat dan cair yang bisa dipakai di lahan.
Proyek juga melibatkan pelatihan: Ndhlovu adalah salah satu dari dua orang yang dilatih, lalu merekrut delapan petani lain untuk uji lapang pada pisang. Sebagian petani yang mengadopsi metode ini melaporkan kenaikan produktivitas dan pendapatan. Para peneliti mengatakan adopsi luas perlu lebih banyak pelatihan, penelitian lanjutan, dan regulasi.
Kata-kata sulit
- produktivitas — jumlah hasil tanaman per waktu atau lahan
- pupuk sintetis — pupuk yang dibuat dari bahan kimia pabrik
- pupuk organik — pupuk yang dibuat dari sisa tumbuhan atau hewan
- frass lalat tentara hitam — kotoran atau residu dari larva lalat jenis tertentu
- biochar sekam padi — arang dari sekam padi yang diproses
- ampas kopi — sisa padat setelah membuat kopi
- pelatihan — kegiatan mengajar keterampilan atau pengetahuan praktis
- regulasi — aturan resmi untuk mengatur suatu kegiatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda mau mencoba menggunakan pupuk organik seperti dalam teks? Mengapa atau mengapa tidak?
- Menurut Anda, tantangan utama saat mengajari petani metode baru apa saja?
- Bagaimana komunitas atau pemerintah bisa membantu agar metode ini dipakai lebih luas?