- Becak air tumbuh cepat di sungai dan danau kecil.
- Tanaman itu menutup permukaan air dan menghalangi cahaya.
- Cahaya matahari tidak masuk lalu tumbuhan air mati.
- Ikan di sungai jadi lebih sedikit karena itu.
- Peneliti mengusulkan memakai becak air sebagai bahan baku.
- Mereka membuat pembalut yang dapat terurai dari tanaman.
- Produk ini bisa mengurangi sampah plastik dan polusi air.
- Proyek juga membantu perempuan desa belajar dan bekerja mandiri.
- Ada pelatihan untuk membuat serat dari tanaman itu.
- Cara ini mengubah limbah menjadi sumber daya baru.
Kata-kata sulit
- permukaan — bagian paling atas dari sebuah benda atau air
- pembalut — produk untuk kebersihan tubuh wanita saat haid
- terurai — bisa hancur oleh alam jadi tidak menumpuk
- bahan baku — benda awal yang dipakai untuk membuat produk baru
- polusi — kotoran atau bahan berbahaya yang mencemari lingkungan
- limbah — sisa atau barang yang dibuang dari kegiatan manusia
- serat — bahan panjang dan tipis yang bisa dibuat menjadi kain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat tanaman itu di sungai atau danau?
- Apakah kamu ingin belajar membuat serat dari tanaman itu?
- Apakah kamu setuju produk terurai baik untuk lingkungan?
Artikel terkait
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.