Pada 31 Juli 2025 pasukan Israel meratakan unit multiplikasi benih milik Union of Agricultural Work Committees (UAWC) di Hebron. Unit yang dibangun sejak 2010 itu adalah satu‑satunya bank benih di West Bank dan menyimpan lebih dari 70 varietas benih leluhur lokal; menurut Fouad Abu Saif, banyak varietas itu tidak ada di tempat lain di Palestina.
UAWC mengatakan kehancuran berlangsung cepat tanpa pemberitahuan. Buldozer dan alat berat menghancurkan alat, bahan perbanyakan, dan infrastruktur sehingga tinggal puing. Organisasi menyebut tindakan itu pukulan langsung terhadap upaya melestarikan keanekaragaman hayati lokal dan kedaulatan pangan. Sebuah video kerusakan kemudian dibagikan di Facebook.
Aktivis dan ahli menjelaskan bahwa bank benih berfungsi sebagai arsip hidup pengetahuan pertanian dan warisan budaya. Artikel juga menyebut contoh lain, seperti bank benih Baladi di Al‑Qarara, Gaza, serta kasus historis penghancuran bank benih Irak dan pemindahan koleksi ke luar negeri setelah 2003.
Kata-kata sulit
- meratakan — membuat sesuatu menjadi rata atau hancur
- bank benih — tempat menyimpan bibit tanaman untuk masa depan
- varietas — jenis tanaman yang berbeda dalam satu kelompok
- leluhur — generasi tua yang menjadi asal sesuatu
- keanekaragaman hayati — beragam jenis makhluk hidup di suatu tempat
- kedaulatan pangan — kemampuan suatu komunitas mengatur makanan sendiri
- perbanyakan — proses membuat lebih banyak individu atau bibit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana kehilangan bank benih lokal bisa mempengaruhi kehidupan petani di daerah tersebut?
- Langkah apa yang bisa dilakukan komunitas untuk menjaga koleksi benih agar tetap aman?
- Mengapa menyimpan varietas benih leluhur penting menurut teks?
Artikel terkait
Ilmuwan dan Petani Grenada Melawan Hama pada Soursop
Ilmuwan dan petani di Grenada bekerja sama untuk melindungi soursop dari serangga penghisap croton scale yang merusak buah dan menurunkan penjualan. Setelah upaya awal, pihak berwenang beralih ke pengendalian hayati dan pelatihan petani.