- Ilmuwan menemukan perbedaan kecil di otak manusia.
- Perbedaan ini terjadi pada orang dewasa autistik.
- Autisme mempengaruhi cara orang berinteraksi sosial setiap hari.
- Autisme juga membuat minat terbatas dan perilaku berulang.
- Para peneliti memakai pemindaian otak untuk melihat bagian ini.
- Pemindaian menunjukkan perubahan pada bagian otak tertentu.
- Hasil ini bisa membantu diagnosis dan pengobatan di masa depan.
- Penelitian selanjutnya perlu melibatkan anak, remaja, dan beragam peserta.
- Mereka juga mengukur aktivitas listrik otak dengan alat lain.
- Tujuan penelitian adalah memahami autisme lebih konkret.
Kata-kata sulit
- ilmuwan — orang yang bekerja di bidang ilmu
- autisme — kondisi perkembangan yang mempengaruhi interaksi sosial
- pemindaian — gambar bagian dalam tubuh dengan alat
- perilaku — tindakan atau kebiasaan yang terlihat
- diagnosis — penentuan jenis penyakit atau kondisi
- penelitian — kegiatan untuk mencari tahu sesuatu secara sistematis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mendengar tentang autisme?
- Apakah kamu ingin tahu lebih tentang otak?
- Apakah kamu ingin menjadi peneliti?
Artikel terkait
Terapi Alternatif Terkait Kelangsungan Hidup Kanker Payudara
Sebuah studi menemukan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) terkait dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Analisis data lebih dari 2 juta pasien menunjukkan risiko kematian lebih tinggi pada pengguna CAM saja dan pada kombinasi terapi.
Tes Skrining Alzheimer Tampil Berbeda pada Perempuan dan Laki‑laki
Penelitian dari Georgia State University menunjukkan tes kognitif standar seperti MMSE mungkin tidak menangkap perubahan otak yang sama pada perempuan dan laki‑laki, terutama pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Temuan ini menyarankan interpretasi menurut jenis kelamin.
Sensor Protein Baru Membuat Aktivitas Molekuler Terlihat oleh MRI
Peneliti di UC Santa Barbara mengembangkan sensor protein yang dikodekan secara genetik untuk membuat aktivitas molekuler terlihat lewat MRI. Sistem modular ini, bernama MAPPER, berpotensi membantu studi kanker, neurodegenerasi, dan peradangan.