Beberapa mamalia menunda implantasi atau perkembangan embrio melalui diapause sampai kondisi lingkungan dan cadangan lemak betina memadai. Ratusan mamalia memakai strategi ini, dari tikus hingga moose, sementara manusia tidak memasuki diapause.
Studi di Genes & Development meneliti sel punca embrionik tikus. Para peneliti meniru kelangkaan sinyal pertumbuhan dan nutrisi dengan obat dan penghambatan mTOR. Dalam kondisi itu, sel punca tetap pluripoten, menurunkan metabolisme serta produksi RNA dan protein, dan kemudian kembali normal setelah penghapusan penghambat sehingga dapat berkontribusi pada embrio sehat.
Kata-kata sulit
- diapause — penundaan perkembangan embrio sampai kondisi cocok
- implantasi — melekatnya embrio pada dinding rahim
- embrio — organisme muda yang berkembang setelah pembuahan
- sel punca embrionik — sel awal yang bisa menjadi berbagai jaringan
- pluripoten — mampu berubah menjadi banyak jenis sel
- metabolisme — proses kimia tubuh untuk energi dan bahan
- penghambatan — pengurangan atau penekanan aktivitas suatu proses
- mTOR — protein yang mengatur pertumbuhan dan metabolisme sel
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu diapause membantu kelangsungan hidup hewan? Jelaskan singkat.
- Bagaimana perasaanmu tentang penelitian yang mengubah kondisi sel punca untuk meniru kelangkaan? Beri satu alasan.
Artikel terkait
Antioksidan dosis tinggi dapat merusak sperma dan bentuk wajah anak
Studi pada tikus menemukan konsumsi rutin antioksidan dosis tinggi dapat merusak DNA sperma dan mengubah bentuk tengkorak serta wajah keturunan, terutama pada anak perempuan. Peneliti menyarankan kehati-hatian pada pria yang mengonsumsi suplemen tinggi.