Beberapa mamalia menunda implantasi atau perkembangan embrio melalui diapause sampai kondisi lingkungan dan cadangan lemak betina memadai. Ratusan mamalia memakai strategi ini, dari tikus hingga moose, sementara manusia tidak memasuki diapause.
Studi di Genes & Development meneliti sel punca embrionik tikus. Para peneliti meniru kelangkaan sinyal pertumbuhan dan nutrisi dengan obat dan penghambatan mTOR. Dalam kondisi itu, sel punca tetap pluripoten, menurunkan metabolisme serta produksi RNA dan protein, dan kemudian kembali normal setelah penghapusan penghambat sehingga dapat berkontribusi pada embrio sehat.
Kata-kata sulit
- diapause — penundaan perkembangan embrio sampai kondisi cocok
- implantasi — melekatnya embrio pada dinding rahim
- embrio — organisme muda yang berkembang setelah pembuahan
- sel punca embrionik — sel awal yang bisa menjadi berbagai jaringan
- pluripoten — mampu berubah menjadi banyak jenis sel
- metabolisme — proses kimia tubuh untuk energi dan bahan
- penghambatan — pengurangan atau penekanan aktivitas suatu proses
- mTOR — protein yang mengatur pertumbuhan dan metabolisme sel
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu diapause membantu kelangsungan hidup hewan? Jelaskan singkat.
- Bagaimana perasaanmu tentang penelitian yang mengubah kondisi sel punca untuk meniru kelangkaan? Beri satu alasan.
Artikel terkait
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.
Ghana Perdagangkan Kredit Karbon ke Swiss
Ghana menjadi negara Afrika pertama yang memperdagangkan kredit karbon di bawah Article 6.2 Perjanjian Paris. Pada 8 July negara itu mentransfer 11,733 tonnes pengurangan emisi ke Swiss dari proyek kompor bersih yang didukung oleh KliK Foundation.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.