Ilmuwan melaporkan perbedaan molekuler di otak orang dewasa autistik yang mungkin membantu menjelaskan beberapa ciri autisme. Penelitian ini, yang dipublikasikan dalam The American Journal of Psychiatry, menemukan ketersediaan reseptor glutamat metabotropic bernama mGlu5 lebih rendah di seluruh otak peserta autistik. Para peneliti menyatakan temuan ini mendukung gagasan ketidakseimbangan antara sinyal eksitatori dan inhibitor di otak.
Untuk menguji teori tersebut, tim yang dipimpin oleh peneliti dari Yale menggunakan MRI dan PET untuk membandingkan orang dewasa autistik dengan orang dewasa neurotipikal. Pemindaian PET memberi informasi tentang ketersediaan reseptor, dan sebagian peserta juga menjalani EEG. Ukuran aktivitas listrik dari EEG berkaitan dengan tingkat mGlu5 yang lebih rendah.
Para peneliti mencatat keterbatasan: PET mahal dan melibatkan radiasi, serta studi ini hanya melibatkan orang dewasa dengan kemampuan kognitif rata-rata atau di atas rata-rata. Mereka sedang merencanakan studi pada anak dan remaja dan pendekatan untuk memasukkan individu dengan disabilitas intelektual pada penelitian selanjutnya.
Kata-kata sulit
- molekuler — berkaitan dengan bagian kecil penyusun materi
- ketersediaan — ada atau dapat digunakan oleh sel atau organ
- reseptor — protein pada sel yang menerima sinyal
- glutamat metabotropic — reseptor otak yang memengaruhi sinyal saraf
- eksitatori — meningkatkan aktivitas listrik sel saraf
- neurotipikal — orang tanpa kondisi spektrum autisme
- keterbatasan — hal yang membatasi atau menyulitkan penelitian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting meneliti anak dan remaja setelah studi pada orang dewasa?
- Bagaimana biaya dan radiasi PET dapat memengaruhi orang yang mau ikut penelitian?
- Mengapa memasukkan individu dengan disabilitas intelektual penting untuk penelitian autisme?
Artikel terkait
Merokok kanabis dan diet olahan tingkatkan risiko masalah jantung
Studi laboratorium menemukan merokok hemp (kanabis) dapat melemahkan jantung dan risikonya lebih besar jika orang makan banyak makanan olahan tinggi minyak biji. Kombinasi itu juga melemahkan sistem kekebalan dan perbaikan tubuh.
Sel Korteks Retrosplenial untuk Menemukan Jalan Bertahan Selama Evolusi
Peneliti menemukan bahwa dua tipe sel otak di korteks retrosplenial, yang membantu navigasi, terjaga selama jutaan tahun evolusi. Studi membandingkan neuron tikus dan rat dan meneliti kaitannya dengan penyakit Alzheimer.
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.