Tim peneliti menggunakan fMRI (pemindaian otak) untuk merekam aktivitas otak saat monyet makaka membuat gerak wajah. Dari data itu mereka menemukan tiga wilayah kortikal yang memiliki akses ke otot wajah: korteks motor cingulate (medial), korteks motor primer dan premotor (lateral), serta korteks somatosensori primer.
Untuk menguji gerak spesifik, tim memicu tiga tindakan: threatening (tatapan dan rahang terbuka), lipsmacking (ketukan bibir cepat dan telinga rata), dan chewing (mengunyah sukarela, bukan sosial). Stimulus termasuk interaksi langsung, video, dan avatar digital yang dikontrol peneliti.
Penemuan menunjukkan wilayah kortikal atas dan bawah berkontribusi pada ekspresi emosional maupun sukarela, tetapi mereka beroperasi pada kecepatan yang berbeda.
Kata-kata sulit
- pemindaian — pemeriksaan untuk melihat bagian dalam tubuhpemindaian otak
- aktivitas — kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh sesuatuaktivitas otak
- korteks — lapisan luar otak yang mengatur fungsi tubuhkorteks motor cingulate, korteks motor primer, korteks somatosensori primer
- memicu — menyebabkan sesuatu mulai terjadi atau bertindak
- ekspresi — cara menunjukkan perasaan lewat wajah atau gerakekspresi emosional
- sukarela — dilakukan dengan kehendak sendiri, bukan dipaksa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa tim menggunakan video dan avatar selain interaksi langsung? Jawab singkat.
- Sebutkan satu tindakan yang diuji dalam teks dan ceritakan apakah Anda pernah melihatnya.
- Bagaimana menurut Anda ekspresi sukarela berbeda dari ekspresi emosional? Jelaskan satu kalimat.
Artikel terkait
Penelitian: Aturan AI Uni Eropa Tidak Mengatur Teknologi yang Keluar
Penelitian 7amleh menemukan bahwa aturan Uni Eropa tentang kecerdasan buatan tidak mengendalikan aliran teknologi dan dana ke pemerintahan serta militer di Asia Barat dan Afrika Utara, dengan sedikit akuntabilitas atas dampak hak asasi manusia.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.