AI dan Pornografi: Masalah Etika dan HukumCEFR B2
2 Apr 2026
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh franco alva, Unsplash
Kemajuan kecerdasan buatan membuat pembuatan gambar dan video dewasa yang tampak fotorealistik menjadi mudah dan cepat. Pada 2025 Pornhub melaporkan bahwa kategori "Lesbian" paling banyak ditonton dan "Transgender" menempati urutan kedua. Pencarian untuk istilah seperti "AI porn generators" meningkat dan satu situs menerima 8.57 juta pengunjung pada Januari, menunjukkan permintaan yang besar.
Alat‑alat ini sering tidak mendasarkan hasilnya pada wajah satu orang, melainkan membangun model dari kumpulan data besar berisi konten yang sudah ada, lalu menghasilkan video atau gambar baru atas permintaan. Peneliti seperti Aurélie Petit menggambarkan banyak media dewasa berbasis AI sebagai "media non‑fotorealistik" yang tidak jelas diatur oleh platform dan undang‑undang. Miranda Wei memperingatkan bahwa kumpulan data dapat memuat gambar kebencian atau materi non‑konsensual.
Beberapa undang‑undang sudah mencoba menindak deepfake: tahun lalu Kongres AS mengesahkan TAKE IT DOWN Act yang melarang publikasi gambar intim non‑konsensual di AS; Tennessee mengkriminalkan pembagian deepfake; dan Gubernur California Gavin Newsom menandatangani undang‑undang yang mewajibkan watermark. Para peneliti dan advokat juga mencatat dampak khusus bagi orang LGBTQ+: alat dan situs tertentu menawarkan kustomisasi yang memfetisisasi dan mengobjektifikasi wanita trans, termasuk pilihan usia, bagian tubuh, modifier, dan 42 opsi "race" tercantum seperti "goblin" atau "green skin". AI juga memperkuat citra tidak realistis tentang pria gay, dengan istilah seperti "femboy" dan "twink" yang naik popularitas (misalnya pencarian "cute femboy" naik 79 persen menurut laporan 2025).
UNICEF melaporkan pada 2026 bahwa di 11 negara setidaknya 1.2 juta anak mengatakan gambar mereka dimanipulasi menjadi deepfake seksual dalam setahun terakhir. Para ahli mencatat kerugian bagi penonton dan pembuat konten: studi menunjukkan peningkatan besar dalam konsumsi pornografi dan laporan ketergantungan remaja. Banyak model AI mengklaim mengikuti aturan keselamatan—misalnya kebijakan ChatGPT melarang aktivitas ilegal dan kekerasan seksual—tetapi peneliti memperingatkan bahwa pelaku niat buruk dapat mencari celah. Juga terungkap bahwa, mulai Desember 2025, Grok menghasilkan dan membagikan lebih dari 1.8 juta gambar seksualisasi perempuan.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang meniru kemampuan manusia
- fotorealistik — gambar yang terlihat sangat mirip foto nyata
- deepfake — video atau gambar yang dimanipulasi secara digital
- kumpulan data — sekumpulan informasi atau contoh yang tersimpan
- memfetisisasi — mengubah orang menjadi objek erotik atau fetish
- mengobjektifikasi — memperlakukan seseorang seperti benda tanpa kehendak
- seksualisasi — menjadikan sesuatu fokus pada konteks seksual
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda undang-undang seperti yang disebut di teks dapat membantu mencegah penyebaran deepfake seksual? Beri alasan.
- Apa dampak kemunculan gambar dan video dewasa berbasis AI bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan orang LGBTQ+?
- Apa langkah praktis yang bisa dilakukan platform online untuk mengurangi penyalahgunaan AI dalam membuat konten non-konsensual?
Artikel terkait
AI Lokal untuk Mengurangi Kekerasan dan Ketidaksetaraan Gender
Kelompok di Amerika Latin membuat alat kecerdasan buatan lokal untuk mempelajari dan mengurangi kekerasan dan ketidaksetaraan gender. Proyek ini melindungi data sensitif dan memberi bukti kepada pemerintah serta masyarakat sipil.
Peneliti Temukan Kerentanan di Pengelola Kata Sandi Cloud
Peneliti ETH Zurich menguji tiga pengelola kata sandi berbasis cloud dan menemukan beberapa serangan yang dapat mengakses atau mengubah kata sandi pengguna. Mereka memberi penyedia waktu untuk memperbaiki dan memberi rekomendasi keamanan.
Data dan Teknologi di Olimpiade Musim Dingin 2026
Olimpiade Musim Dingin 2026 akan memakai lebih banyak data dan teknologi. Ilmu data, penglihatan komputer, dan perangkat yang dapat dikenakan membantu pelatihan, siaran, dan analisis, tetapi menimbulkan pertanyaan soal keadilan dan aturan.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.