AI dan Pornografi: Masalah Etika dan HukumCEFR A2
2 Apr 2026
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh franco alva, Unsplash
Kemajuan kecerdasan buatan membuat pembuatan gambar dan video dewasa menjadi lebih mudah. Pada 2025 Pornhub melaporkan kategori "Lesbian" paling banyak ditonton dan "Transgender" urutan kedua. Pencarian untuk "AI porn generators" juga meningkat, dan satu situs menerima 8.57 juta pengunjung pada Januari.
Pornografi berbasis AI sering dibuat dari kumpulan data besar, bukan hanya wajah satu orang. Peneliti mengatakan hal ini menimbulkan masalah hukum dan etika. Beberapa undang‑undang kini menangani deepfake, tetapi di banyak tempat hukum masih abu‑abu.
Para peneliti mencatat dampak bagi orang LGBTQ+ dan risiko bagi anak-anak. Mereka juga memperingatkan bahwa penonton dan pembuat konten bisa mengalami kerugian akibat konten ini.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang bekerja seperti otak manusia
- pembuatan — proses membuat sesuatu atau produksi barang
- kumpulan data — sekumpulan informasi yang disimpan untuk analisis
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitianPara peneliti
- deepfake — gambar atau video palsu yang dibuat oleh komputer
- menimbulkan — menyebabkan sesuatu muncul atau terjadi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu khawatir jika gambar atau video palsu dibuat tentang orang? Mengapa?
- Bagaimana menurutmu kita bisa melindungi anak-anak dari pornografi AI?
- Pernahkah kamu melihat konten yang tampak seperti deepfake? Bagaimana perasaanmu?
Artikel terkait
Chatbot Sportellino Bantu Migran di Italia
Sportellino adalah chatbot multibahasa yang diluncurkan pada Juli 2025 untuk membantu migran di Italia dengan panduan langkah demi langkah. Layanan ini gratis, anonim, tersedia lewat WhatsApp dan Telegram, serta mematuhi aturan privasi GDPR.
AI dapat memperkirakan risiko ADHD dari catatan kesehatan anak
Peneliti menemukan kecerdasan buatan bisa memakai catatan kesehatan elektronik untuk memperkirakan risiko anak mengembangkan ADHD beberapa tahun sebelum diagnosis biasa. Identifikasi dini dapat mempercepat dukungan yang membantu hasil jangka panjang.