Sachet plastik kecil populer di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Asia Tenggara memakai hampir separuh dari semua sachet yang terjual di dunia. Banyak sachet dipakai untuk makanan dan produk perawatan pribadi.
Audit komunitas di beberapa negara menemukan jumlah sachet yang besar. Kelompok lingkungan mengatakan desain berlapis membuat sachet sulit didaur ulang. Beberapa negara mulai mengambil langkah, misalnya mengakui peran pemulung, mempromosikan isi ulang, dan membuat aturan untuk pengumpulan serta daur ulang sachet.
Kata-kata sulit
- berpenghasilan — mempunyai tingkat pendapatan di suatu negara
- separuh — bagian sekitar lima puluh persen dari sesuatu
- audit — pemeriksaan atau penilaian terhadap sesuatu
- komunitas — kelompok orang yang hidup atau bekerja bersama
- berlapis — memiliki beberapa lapisan atau bagian luar
- pemulung — orang yang mengumpulkan barang bekas untuk dijual
- pengumpulan — tindakan mengumpulkan barang dari banyak tempat
- daur ulang — proses membuat barang bekas menjadi barang baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu sering melihat sachet plastik di lingkunganmu? Jelaskan.
- Menurutmu, bagaimana peran pemulung dalam mengurangi sampah sachet?
- Kamu lebih memilih produk isi ulang atau sachet sekali pakai? Mengapa?
Artikel terkait
Wabah Kolera Meluas di Semua Negara Bagian Sudan
Wabah kolera yang mulai pada Juli 2024 telah menyebar ke 133 wilayah di semua 18 negara bagian Sudan dengan lebih dari 105,000 kasus dan lebih dari 2,600 kematian. Musim hujan dan perpindahan penduduk memperburuk situasi dan dana darurat dibutuhkan.
Karnaval di Rio Tingkatkan Mikroplastik dari Glitter
Studi di Pantai Flamengo, Rio de Janeiro, menemukan bahwa glitter dan plastik kecil meningkat selama Karnaval. Penelitian 2024 menunjukkan sebagian besar mikroplastik di pasir berasal dari fragmen plastik seperti glitter dan partikel tetap tinggi setelah acara.
Perjanjian Perikanan China dan Dampaknya di Mauritania
Pada 2010 sebuah perusahaan China menandatangani perjanjian panjang dengan Mauritania untuk investasi dan hak penangkapan. Kehadiran banyak kapal industri mengurangi hasil nelayan lokal, dan LSM meminta perlindungan pesisir sementara kebijakan belum jelas.
Pengungsi di Kyaka II Ubah Limbah Jadi Briket
Di Kyaka II, Uganda, sebuah proyek yang didirikan oleh pengungsi mengubah sisa makanan dan limbah tanaman menjadi briket untuk memasak. Proyek ini juga menanam pohon, membuat tungku, memberi pekerjaan, dan mendapat dukungan serta peringatan ahli.