Para peneliti melacak ribuan sel B pada tikus untuk melihat bagaimana antibodi menjadi lebih baik. Mereka memicu pembentukan pusat germinal lewat imunisasi dan lalu mengamati perlombaan antar sel.
Untuk itu tim menggunakan mikroskop khusus, aktivasi dengan laser, dan pengurutan ribuan sel B individu di lebih dari 100 pusat germinal. Mereka juga membuat pohon keluarga sel untuk melihat garis keturunan.
Hasilnya menunjukkan bahwa di satu pusat evolusi tampak acak, tetapi banyak putaran seleksi di banyak pusat menghasilkan antibodi yang lebih kuat. Temuan ini bisa membantu desain vaksin terhadap virus yang cepat bermutasi.
Kata-kata sulit
- pusat germinal — tempat di tubuh di mana sel B berkembang
- sel B — jenis sel darah yang membuat antibodi
- imunisasi — memberi vaksin untuk mencegah penyakit
- pengurutan — menentukan urutan materi genetik sel
- garis keturunan — hubungan keturunan antar sel dari satu asal
- seleksi — proses memilih sel yang lebih cocok
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah menerima imunisasi? Ceritakan singkat.
- Mengapa menurutmu penting meneliti bagaimana antibodi menjadi lebih kuat?
- Bagaimana perasaanmu tentang penelitian yang menggunakan tikus? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.
Antibiotik pada Bayi Ubah Bakteri Usus dan Sel Imun Paru
Penelitian di University of Rochester Medicine menemukan bahwa pemberian antibiotik pada masa awal kehidupan mengubah bakteri usus dan memengaruhi pemrograman sel imun di paru-paru, dengan perubahan yang bisa bertahan hingga dewasa muda.
Vaksin EV dengan HA Terbalik untuk Perlindungan Influenza
Peneliti mengembangkan platform vaksin mukosa menggunakan vesikel ekstraseluler yang menampilkan hemagglutinin (HA) terbalik. Studi pada tikus menunjukkan respons antibodi lintas-reaktif, respons seluler kuat, dan perlindungan terhadap virus berbeda.