Sebuah studi yang diterbitkan di ACS Nano mengevaluasi vaksin berbasis vesikel ekstraseluler (EVs) yang menampilkan hemagglutinin (HA) dalam susunan terbalik pada permukaan vesikel. Dalam susunan ini, batang HA lebih terekspos sementara kepala HA yang sangat bervariasi menjadi kurang terlihat. Batang HA dikenal sebagai bagian yang tersimpan dan dibagi oleh banyak strain influenza.
Di percobaan pada tikus, vaksin multiple HA-EV yang diberikan intranasal menimbulkan antibodi lintas-reaktif terhadap batang HA dan virus, serta respons imun seluler spesifik virus yang kuat. Profil imunasi juga seimbang antara Th1 dan Th2. Penulis menyatakan bahwa desain ini dapat menginduksi imunitas protektif yang lebih luas dibandingkan pendekatan konvensional.
Tim penelitian menyoroti bahwa FluMist tetap menjadi satu-satunya vaksin influenza mukosa yang disetujui FDA, dan masih diperlukan strategi mukosa yang aman serta efektif. Penelitian ini dibiayai oleh NIAID dari NIH.
Kata-kata sulit
- vesikel ekstraseluler — partikel kecil yang keluar dari sel
- hemagglutinin — protein pada permukaan virus influenza
- susunan terbalik — penataan posisi yang dibalik dari biasanya
- batang — bagian protein yang lebih konservatifbatang HA
- lintas-reaktif — bereaksi terhadap beberapa varian berbeda
- intranasal — diberi lewat hidung, bukan lewat suntikan
- mukosa — lapisan lembap di dalam rongga tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menargetkan batang HA mungkin memberi perlindungan yang lebih luas terhadap influenza?
- Apakah Anda lebih memilih menerima vaksin intranasal daripada suntikan? Jelaskan singkat alasan Anda.
- Menurut teks, mengapa masih diperlukan strategi vaksin mukosa yang aman dan efektif?
Artikel terkait
Vaksin eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan untuk CCHF pada tikus
Studi pada tikus melaporkan vaksin eksperimental terhadap Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menggunakan partikel mirip virus tidak replikasi. Antibodi terdeteksi hingga 18 bulan dan langkah berikutnya adalah produksi skala besar sebelum uji klinis manusia.
Antibodi Tambahan Bisa Perkuat Vaksin Influenza
Penelitian baru menemukan bahwa menambahkan antibodi tertentu—termasuk terhadap neuraminidase dan bagian HA—dapat membuat vaksin influenza lebih kuat dan mengurangi penularan. Studi ini mengikuti rumah tangga di Nicaragua dan dipublikasikan di Nature Communications.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.